nusatimes.id – Kabar kurang sedap menghampiri sepak takraw Gorontalo. Setelah tampil sebagai juara Liga Sepak Takraw Indonesia 2026 Wilayah Sulawesi, tim kebanggaan Bumi Serambi Madinah itu justru terancam gagal tampil di Liga Utama Sepak Takraw Indonesia yang dijadwalkan bergulir pada 28 November 2026 di Jakarta.
Bukan soal kemampuan di lapangan, tetapi persoalan anggaran yang hingga kini belum menemukan titik terang. Padahal, kompetisi yang digelar Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) tersebut menjadi panggung penting bagi tim-tim terbaik hasil kualifikasi wilayah untuk menguji kekuatan di level nasional.
Liga Utama ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Liga Sepak Takraw Indonesia 2026 yang berlangsung pada Juli lalu di lima wilayah. Selain menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet, kompetisi tersebut juga diproyeksikan memperkuat persiapan menuju Piala Dunia Sepak Takraw 2027.
Pelatih STC yang akan mewakili Provinsi Gorontalo, Angky Lakoro, mengungkapkan bahwa timnya sudah mulai menjalani pemusatan latihan. Namun, kepastian dukungan anggaran dari pemerintah masih menjadi persoalan yang membayangi persiapan tim.
“Liga Utama tinggal sebulan lagi, kami sudah TC meski kabar akan bantuan anggaran dari pemerintah belum ada,” ujar Angky Lakoro, Kamis (15/10/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan situasi yang dihadapi STC. Di satu sisi, waktu menuju kompetisi semakin sempit. Di sisi lain, kebutuhan pembiayaan untuk membawa tim berlaga di Jakarta belum mendapatkan kepastian.
Jika persoalan ini tak segera menemukan solusi, peluang Gorontalo untuk tampil di panggung nasional bisa terancam. Situasi itu tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri, mengingat STC telah melewati persaingan wilayah dan berhasil keluar sebagai juara Wilayah Sulawesi.
Persiapan Teknis Tetap Digeber
Di tengah ketidakpastian anggaran, Pengprov PSTI Gorontalo memastikan persiapan teknis tetap berjalan. Melalui pengurusnya, Alex Maga, pihaknya menyebut STC telah memulai pemusatan latihan sejak sepekan terakhir.
Latihan dipusatkan di Lapangan Ktis Sakti. Manajemen STC terus mematangkan kesiapan atlet agar tim berada dalam kondisi optimal saat kompetisi dimulai.
“STC saat ini mempersiapkan keikutsertaan di Liga Utama di Jakarta. Mulai minggu ini sudah dilaksanakan pemusatan latihan atlet di Lapangan Ktis Sakti. Manajemen STC memastikan kesiapan atlet dan untuk kesiapan nonteknis, pihak manajemen STC terus memaksimalkan hingga hari ini,” kata Alex Maga, yang juga merupakan pengurus Pengprov PSTI Gorontalo.
Pernyataan Alex menegaskan bahwa dari sisi teknis, tim tidak tinggal diam. Program latihan tetap dijalankan sebagai bentuk keseriusan menghadapi kompetisi yang tinggal menghitung pekan.
Namun, kesiapan atlet saja belum cukup. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional juga membutuhkan dukungan pembiayaan untuk keberangkatan, akomodasi, konsumsi, dan kebutuhan tim selama berada di Jakarta.
Kini, harapan tertuju pada kejelasan dukungan anggaran agar perjuangan STC tidak berhenti sebelum pertandingan dimulai. Gorontalo sudah membuktikan diri sebagai yang terbaik di Wilayah Sulawesi. Tantangan berikutnya adalah memastikan prestasi tersebut berlanjut di level nasional. Jangan sampai tiket menuju Liga Utama sudah diraih lewat perjuangan di lapangan, tetapi kesempatan tampil justru kandas karena persoalan anggaran. (*)






