Scroll untuk baca artikel
KORMI GorontaloOlahraga

Langgar Aturan, Fespati Kota Gorontalo Diprotes

×

Langgar Aturan, Fespati Kota Gorontalo Diprotes

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Ketua Fespati Kabupaten Bone Bolango, Rachmat Handoko Helingo melayangkan protes keras kepala Fespati Kota Gorontalo yang dengan sengaja melanggar aturan perlombaan Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati). Bahkan telah melakukan tindakan diskriminasi jelang pelaksanaan event 1 Muharram 1447 H.

 

“Ini organisasi olahraga yang ada aturan mainnya yang telah ditetapkan dalam peraturan organisasi maupun AD/ART. Jadi tidak bisa semaunya melakukan perubahan aturan perlombaan apalagi sampai mendiskriminasi peserta,” ujar sosok yang akrab disapa Koja tersebut, Jum’at (4/7/2025).

 

Adapun poin penting yang diprotes dan diharapkan dapat mendapatkan perhatian serius Pengurus Provinsi Fespati Gorontalo adalah, pertama meminta Fespati provinsi menindak tegas apa yang dilakukan Fespati Kota Gorontalo. Kedua, menarik semua fasilitas lomba yang menjadi aset Fespati provinsi agar tidak digunakan dalam event 1 Muharram Fespati Kota Gorontalo karena menyalahi aturan.

 

“Dan terakhir membekukan kepengurusan Fespati Kota Gorontalo yang dengan sengaja tidak mengindahkan apa yang diperintahkan Fespati provinsi,” terang Koja.

 

Ia juga menyangkan sikap tindakan Fespati Kota Gorontalo sebagai pelaksana event yang tidak mengedepankan faktor safety dalam sebuah perlombaan.

 

“Kalau melihat konsep lombanya termasuk venue itu semua cukup beresiko. Apalagi target sasarannya menghadap ke jalan yang rentan mencelakai orang lain,” ungkap Koja.

 

“Satu lagi, dari sisi teknis seperti jarak tembak juga tidak sesuai aturan Fespati, bahkan nomor lombanya tidak mengacu pada nomor lomba Fornas,” tambahnya. (*)

Respon (1)

  1. Bismillahirrahmanirrahiim
    Fespati berada dibawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia. Adapun Perpani berada dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia. Sejak awal tujuan keduanya sudah berbeda. Jika Perpani dengan Panahan Modernnya melulu dikhususkan untuk pencapaian prestasi setinggi-tingginya (atlet profesional). Maka Fespati dengan panahan tradisional terbuka untuk masyarakat–siapa saja yang mencintai panahan–untuk menggelutinya. Adalah anugerah, jika anggota masyarakat itu kemudian ingin mencapai prestasi melalui event-event Fespati atau Kormi (atlet amatir).

    Jika diselami (kaji) AD/ART kedua organisasi berbeda. Akan terjadi bias jika seorang pepanah menggeluti bolak-balik panahan modern–panahan tradisional. Terutama dalam pembinaan dan pencapaian prestasi.

    https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Panahan+Provinsi+Gorontalo&btnG=#d=gs_qabs&t=1751848569752&u=%23p%3Dpv3zhmZt-YgJ (Panahan Modern dan Tradional di Provinsi Gorontalo. Artikel Pomatahu, dkk 2023)

    Semoga manfaat

Apa Komentar Anda?