nusatimes.id — Langkah cepat dilakukan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) di bawah komando Ketua Umum Dr. Surianto. Target besar sudah di depan mata: Word Cup Sepak Takraw Mei 2026 dan Asian Games 2026 di Jepang (19 September–4 Oktober).
Persiapan pun dimulai dari dapur terpenting (kursi pelatih timnas). PB PSTI menggelar Seleksi Calon Pelatih Tim Nasional yang diikuti pelatih-pelatih terbaik dari berbagai daerah. Seleksi ini dibagi dua tahap. Tahap pertama adalah pendaftaran dan seleksi berkas. Tahap kedua bagi yang lolos adalah paparan program dan wawancara.
Berdasarkan surat PB PSTI Nomor 010/KU/PB.PSTI/I/2026 tertanggal 6 Januari 2026, ada sembilan nama yang dinyatakan lolos ke tahap II. Mereka adalah Dr. Ramli (Sulsel), Dr. Abd. Gani (DKI), Suko Hartono (Jateng), Noldi Suleman Husain, S.Pd (Gorontalo), Abrian Sihab, S.Pd (Jatim), Andi Nur Alim Kamba, M.Pd (Sulsel), Harjuanta, S.PdI (Sulsel), Dr. Sharil Bais (Sumbar), dan Sainal Satu, SE.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah pelatih asal Gorontalo, Noldi Suleman Husain. Ia tampil percaya diri saat paparan dan wawancara yang digelar 8–9 Januari 2026 di Hotel Claro, Makassar. Di hadapan empat profesor olahraga serta jajaran wakil ketua umum PB PSTI, para kandidat diwajibkan memaparkan visi-misi, target prestasi, hingga periodesasi program latihan.
“Intinya saya hanya ingin berbuat yang terbaik bagi sepak takraw Indonesia dan sepak takraw daerah,” ujar Noldi saat dihubungi awak media ini.
Ujian ini bukan sekadar presentasi. Para penguji melontarkan pertanyaan tajam seputar strategi pembinaan, kesiapan tim, dan peta jalan prestasi Timnas Indonesia menuju dua event besar dunia dan Asia.
PB PSTI menegaskan, hasil akhir seleksi akan disampaikan secara resmi melalui surat ke Pengprov PSTI masing-masing daerah, mengingat seluruh kandidat yang diseleksi mengantongi rekomendasi resmi dari Pengprov.
Seleksi ini menjadi sinyal tegas: PB PSTI serius membangun timnas sejak dari pelatih. Siapa yang paling siap, dialah yang akan dipercaya memimpin Merah Putih bertarung di panggung dunia. (*)






