nusatimes.id – Gorontalo kembali melahirkan gebrakan di dunia olahraga. Dua sosok pendidik sekaligus pelatih menghadirkan inovasi lewat buku yang siap jadi “senjata” baru dalam pembinaan atlet—dari pencak silat hingga sepak takraw.
SI RAGA: PENCAK SILAT RASA AMAN DAN MENYENANGKAN
Rochmat Gani, S.Pd tak sekadar menulis, tapi menawarkan konsep segar lewat model pembelajaran pencak silat bertajuk SI RAGA. Akronim ini punya makna kuat: Silat Rasional, Aktif, Gembira, dan Aman.
Konsep ini dirancang khusus untuk kategori tanding, namun dengan pendekatan yang jauh lebih aman. Lewat tiga prinsip deep learning—berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan—SI RAGA mendorong siswa lebih menikmati proses belajar.
Menariknya, sistem serangan dalam model ini dibatasi hanya pada bagian tubuh tertentu seperti bahu, lutut, dan kaki. Bahkan, kontak fisik dilakukan sebatas sentuhan.
“Serangannya hanya dengan sentuhan, harapannya siswa lebih termotivasi belajar pencak silat tanpa takut cedera,” ujar Rochmat yang juga pelatih pencak silat SPOBDA Gorontalo.
Langkah ini dinilai jadi solusi dari kekhawatiran benturan keras yang kerap menghantui pembelajaran silat di sekolah. Lebih aman, tapi tetap kompetitif!.
SERVIS TAJAM TAKRAW LEWAT METODE QUADRANT
Tak kalah menarik, Abdul Halim S. Radjiu, S.Pd ikut menyumbang inovasi lewat buku berjudul “Panduan Praktis Model Latihan Servis Quadrant: Meningkatkan Servis pada Atlet Sepak Takraw.”
Dalam sepak takraw, servis adalah kunci pembuka serangan. Sayangnya, masih banyak atlet yang kesulitan soal akurasi dan konsistensi. Di sinilah metode quadrant hadir sebagai solusi.
Model ini membagi lapangan menjadi empat zona target. Atlet dilatih mengarahkan bola ke titik tertentu secara sistematis—melatih kontrol, akurasi, sekaligus kepercayaan diri.
“Dengan latihan berbasis quadrant, atlet bisa meningkatkan ketepatan sasaran servis secara terukur,” jelas Halim.
Tak hanya teori, buku ini juga menyajikan panduan praktis lengkap—mulai dari program latihan, variasi metode, hingga sistem evaluasi. Paket komplit untuk pelatih dan atlet yang ingin naik level!.
LANGKAH KECIL, DAMPAK BESAR
Kehadiran dua buku ini jadi bukti bahwa inovasi olahraga tak selalu lahir dari arena pertandingan, tapi juga dari ruang kelas dan lapangan latihan.
Dari SI RAGA yang ramah bagi pelajar, hingga metode quadrant yang mempertajam servis takraw—semuanya bermuara pada satu tujuan: meningkatkan kualitas atlet dan menjaga prestasi Gorontalo tetap kompetitif.
Kalau pembinaan makin kreatif seperti ini, bukan tidak mungkin Gorontalo bakal terus mencetak atlet-atlet tangguh di level nasional bahkan internasional. Gas terus!. (*)






