nusatimes.id – Kesempatan emas bagi atlet pelajar Gorontalo kembali terbuka. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo resmi membuka Seleksi Terbuka Calon Atlet Pelajar Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA) 2026.
Program ini menjadi agenda rutin pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan prestasi olahraga pelajar melalui regenerasi atlet-atlet muda potensial.
Kabid Olahraga Disparekrafpora Gorontalo, Yusuf Lacuba, melalui Koordinator SPOBDA, Mohamad Zein Mooduto, menegaskan bahwa seleksi tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menggantikan atlet-atlet yang telah menyelesaikan masa sekolahnya.
“Seleksi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk regenerasi atlet pelajar yang sudah lulus sekolah. Kami ingin memastikan pembinaan atlet daerah tetap berjalan dan melahirkan talenta-talenta baru yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Mohamad Zein Mooduto.
Pada seleksi tahun ini, panitia hanya menyediakan 30 kuota atlet dari total kebutuhan ideal sebanyak 54 atlet yang tersebar pada delapan cabang olahraga.
Cabang olahraga yang akan mengikuti seleksi meliputi Taekwondo, Karate, Pencak Silat, Atletik, Sepak Takraw, Tenis Meja, Anggar, dan Renang.
Taekwondo menjadi salah satu cabang dengan kuota empat atlet yang terdiri dari tiga atlet nomor kyorugi dan dua atlet poomsae. Sementara Karate membuka tiga slot yang terbagi pada nomor kata putra dan kumite.
O
Di cabang Pencak Silat, panitia menyediakan lima kuota untuk nomor tanding, sedangkan nomor seni belum mendapatkan alokasi atlet. Atletik menjadi cabang dengan kuota terbanyak, yakni enam atlet khusus nomor sprint 100 meter dan 200 meter.
Sepak Takraw yang memiliki kebutuhan ideal 12 atlet hanya mendapatkan dua kuota. Begitu pula Tenis Meja yang membuka dua slot dari kebutuhan ideal lima atlet.
Untuk cabang Anggar, kuota tersedia pada nomor degen putri dan sabel dengan total lima atlet. Sedangkan cabang Renang membuka kesempatan bagi atlet spesialis gaya bebas nomor 50 meter dan 100 meter dengan masing-masing satu kuota.
PP
Dengan terbatasnya jumlah atlet yang akan diterima, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Seleksi ini menjadi panggung bagi para atlet pelajar Gorontalo untuk menunjukkan kemampuan terbaik demi mengamankan tempat di SPOBDA dan melanjutkan pembinaan menuju level yang lebih tinggi.
Pelaksanaan seleksi dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026, dan diharapkan mampu menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya menjadi tulang punggung olahraga Gorontalo pada berbagai ajang nasional mendatang. (*)






