nusatimes.id — Mesin organisasi Muaythai Gorontalo kembali dipanaskan! Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) resmi mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2026 tentang penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Kepengurusan Provinsi Muaythai Indonesia Gorontalo.
Langkah ini diambil demi menjaga ritme pembinaan atlet tetap stabil sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan sesuai aturan. Tak mau buang waktu, PB MI langsung menunjuk figur-figur kunci untuk mengawal masa transisi.
Di posisi komando, nama Mohamad Vini Sidiki, S.Ip dipercaya sebagai Ketua Plt. Ia akan didampingi Hadi Santoso, ST sebagai Wakil Ketua, dengan dukungan Ismail A. Toniyo (Sekretaris) dan Nirwan Hasan (Wakil Sekretaris). Sektor keuangan diisi Herlina Hasan sebagai Bendahara dan Rina Husain sebagai Wakil Bendahara.
Sementara barisan anggota diperkuat oleh Marwan Ibrahim, Agung Pratama Putra, Akbar Bayu, Hasyim Fachri Labado, hingga Riansyah Fathan.
Tiga Bulan, Harga Mati!
Sesuai mandat, Plt diberi waktu tiga bulan untuk menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Agenda tunggalnya jelas: memilih Ketua Umum definitif Pengprov Muaythai Gorontalo untuk masa bakti 2026–2030.
Ketua Plt, Mohamad Vini Sidiki, langsung tancap gas. Ia menegaskan siap menjalankan amanah tanpa kompromi.
“Saya insyaallah akan segera menjalankan apa yang menjadi amanah dari PB MI ini untuk kemudian melaksanakan musyawarah luar biasa Muaythai Gorontalo. Dengan satu harapan yakni agar pembinaan prestasi dan roda organisasi dapat berjalan sesuai AD/ART organisasi,” tegas Vini.
Tak hanya itu, ia juga memastikan koordinasi lintas pelaku olahraga akan segera dilakukan demi mempercepat proses.
“Dengan sisa waktu tiga bulan ke depan saya akan segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan insan olahraga Muaythai Gorontalo untuk percepatan pelaksanaan musyawarah ini,” lanjutnya.
Misi: Stabilkan Organisasi, Dongkrak Prestasi
Penunjukan Plt ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah momen krusial untuk membenahi struktur sekaligus menjaga grafik prestasi atlet Muaythai Gorontalo tetap menanjak.
Kini semua mata tertuju pada tim Plt. Mampukah mereka menuntaskan misi dalam waktu singkat dan melahirkan kepengurusan definitif yang solid?
Satu yang pasti, pertarungan belum dimulai di ring—tapi sudah panas di level organisasi!. (*)






