Scroll untuk baca artikel
Dispora ProvinsiGorontalo

Pemprov Gorontalo Pastikan Lebaran Ketupat 2026 Tetap Semarak Meski Tanpa Pacuan Kuda

×

Pemprov Gorontalo Pastikan Lebaran Ketupat 2026 Tetap Semarak Meski Tanpa Pacuan Kuda

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan perayaan Lebaran Ketupat 2026 tetap digelar meriah meski tanpa agenda pacuan kuda dan karapan sapi di Yosonegoro. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga, Sultan Kalupe, menanggapi pernyataan Ketua Pordasi, Zukri Haramain, terkait pembatalan kegiatan tersebut.

Sultan menegaskan, hingga saat ini pemerintah daerah tidak pernah secara resmi membatalkan agenda pacuan kuda dan karapan sapi. Informasi yang beredar di masyarakat dinilai tidak sepenuhnya akurat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Menurutnya, keputusan yang disampaikan pihak Fordasi merupakan pertimbangan teknis internal organisasi olahraga berkuda, terutama terkait kesiapan peserta serta standar pelaksanaan lomba.

“Kami menghormati keputusan yang diambil oleh Ketua Fordasi, namun pemerintah tetap hadir untuk memastikan Lebaran Ketupat tahun ini berlangsung semarak. Ada banyak kegiatan lain yang bisa dinikmati masyarakat,” ujar Sultan.

Sebagai alternatif, Pemprov Gorontalo telah menyiapkan sejumlah kegiatan pengganti, seperti Pesta Rakyat di Desa Wisata Torosiaje, festival kuliner ketupat, pertunjukan seni tradisional, serta berbagai lomba rakyat yang melibatkan masyarakat di beberapa titik.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga nilai kebersamaan sekaligus memperkuat tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sultan juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, Lebaran Ketupat bukan sekadar satu atau dua agenda, melainkan momentum kebersamaan yang harus dirayakan bersama.

“Lebaran Ketupat bukan hanya soal satu atau dua agenda, tetapi tentang kebersamaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian,” tambahnya.

Di sisi lain, warga Yosonegoro mengaku tetap antusias menyambut perayaan tersebut meski tanpa dua agenda utama. Mereka berharap kegiatan alternatif yang disiapkan pemerintah tetap mampu memberikan hiburan sekaligus menjaga nilai budaya daerah.

Pemerintah daerah memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Evaluasi juga akan dilakukan untuk mempertimbangkan penyelenggaraan kembali pacuan kuda dan karapan sapi pada tahun-tahun mendatang.
Pemprov Gorontalo turut menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

“Insya Allah di tahun mendatang event pacuan kuda ini bisa direncanakan lebih awal sehingga terselenggara dengan baik,” tandas Sultan.

Dengan berbagai langkah tersebut, perayaan Lebaran Ketupat 2026 di Gorontalo diharapkan tetap menjadi momentum kebersamaan dan pelestarian budaya, meski tanpa dua agenda andalan yang biasanya menjadi daya tarik utama. (*)

Apa Komentar Anda?