Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontalo

Transformasi Pendapatan Daerah, Bapenda dan Ditlantas Polda Gorontalo Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

×

Transformasi Pendapatan Daerah, Bapenda dan Ditlantas Polda Gorontalo Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo terus mendorong transformasi pengelolaan pendapatan daerah dengan mengoptimalkan sektor pajak kendaraan bermotor. Langkah tersebut diperkuat melalui audiensi dan koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan di daerah tersebut.

Audiensi yang berlangsung di Markas Komando Ditlantas Polda Gorontalo itu dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, dan diterima oleh Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Lukman Cahyono, S.I.K., M.H., bersama jajaran Ditlantas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Danial Ibrahim menjelaskan, peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Berdasarkan data Bapenda Provinsi Gorontalo, jumlah kendaraan bermotor yang tercatat di wilayah tersebut mencapai 584.062 unit. Namun, tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan baru berada di angka 40,6 persen.

“Artinya masih terdapat sekitar 59,4 persen kendaraan bermotor yang belum patuh membayar pajak. Karena itu, sinergi antara Bapenda, Ditlantas Polda Gorontalo, serta Jasa Raharja menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat,” ujar Danial.

Dalam audiensi tersebut juga dibahas sejumlah langkah konkret, di antaranya penguatan koordinasi dalam penegakan kepatuhan kendaraan bermotor, integrasi dan pemanfaatan data kendaraan, peningkatan kualitas pelayanan Samsat, serta dukungan terhadap pelaksanaan operasi kepatuhan kendaraan bermotor di wilayah Provinsi Gorontalo.

Selain itu, Bapenda juga menawarkan sejumlah inovasi pelayanan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak kendaraan. Salah satunya adalah pemusatan pelayanan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada satu kantor pusat.

Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban administrasi, memperkuat pengawasan, serta menciptakan efisiensi dan transparansi dalam proses pelayanan balik nama kendaraan bermotor.

Bapenda juga memaparkan rencana penguatan pelayanan Samsat melalui pembukaan Gerai Inovasi Integrasi Samsat (GIIS), pengembangan Gerai Samsat Menara, serta digitalisasi arsip kendaraan bermotor.

Selain itu, berbagai inovasi pelayanan juga terus dikembangkan, seperti penguatan layanan Samsat digital, perluasan kanal pembayaran pajak kendaraan, serta pengembangan gerai pelayanan di berbagai titik strategis untuk memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo menyambut baik langkah kolaboratif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan kepatuhan pajak kendaraan bermotor sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan daerah.

Dirlantas Polda Gorontalo Kombes Pol. Lukman Cahyono juga memberikan apresiasi terhadap langkah Bapenda dalam mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui inovasi pelayanan dan penguatan sinergi lintas sektor.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, diharapkan tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Provinsi Gorontalo dapat terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendukung pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat.

“Insya Allah melalui kolaborasi yang kuat antara pelayanan dan penegakan hukum, kita dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat serta mengoptimalkan potensi penerimaan daerah dari sektor kendaraan bermotor,” tutup Danial. (*)

Apa Komentar Anda?