Scroll untuk baca artikel
Olahraga

7 Jenderal Mulai Pensiun, Siapa Penerus Kejayaan Olahraga Gorontalo?

×

7 Jenderal Mulai Pensiun, Siapa Penerus Kejayaan Olahraga Gorontalo?

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Satu per satu legenda di pinggir lapangan mulai menepi. Tujuh pelatih pionir yang dijuluki “7 Jenderal Olahraga” Gorontalo kini berangsur memasuki masa purna tugas. Sebuah era emas perlahan menuju garis akhir!

Mereka adalah produk program prestasi Kemenpora tahun 2009, jalur khusus yang mengangkat pelatih berprestasi menjadi ASN. Dari situlah lahir generasi pertama pelatih elite Gorontalo—figur-figur yang bukan cuma melatih, tapi juga membangun fondasi kejayaan olahraga daerah.

Namun waktu tak bisa dilawan. Tiga dari “jenderal” itu lebih dulu berpulang: Roy Harun (pencak silat), Marwan Kaku (taekwondo), dan Herson Taha (sepak takraw). Nama besar, jasa besar—dan kini tinggal kenangan.

Sementara itu, empat nama lainnya bersiap menyusul, kali ini menuju masa pensiun sebagai abdi negara. Mereka adalah Jailani Ahmad (atletik), Sapta Hidayat Dama (karate), Mohamad Kalaka (tenis meja), dan Aldri Mundung (anggar).

“Semua yang terangkat di gelombang pertama itu adalah putra terbaik daerah. Mereka sudah banyak mengharumkan nama Gorontalo di level nasional bahkan internasional,” ujar Jalaludin, warga Kota Gorontalo yang mengikuti perjalanan para pelatih tersebut, Selasa (7/4/2026).

Tak berlebihan jika mereka disebut jenderal. Di tangan mereka, lahir atlet-atlet tangguh, prestasi demi prestasi pun datang silih berganti. Mereka bukan sekadar pelatih—mereka adalah arsitek kejayaan.

Kini, tongkat estafet mulai berpindah. Pertanyaan besar pun mengemuka: mampukah generasi pelatih berikutnya menyamai, bahkan melampaui capaian “7 Jenderal” ini?. Satu hal pasti, jejak mereka sudah terukir kuat. Dan bagi Gorontalo, ini bukan akhir—melainkan awal tantangan baru untuk tetap berjaya di pentas olahraga nasional!. (*)

Apa Komentar Anda?