nusatimes.id – Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 bersiap naik kelas. Ajang lari terbesar di Provinsi Gorontalo itu dipastikan kembali digelar pada Desember 2026, kali ini dengan penyelenggaraan penuh oleh Bank Mandiri dan target ambisius: 10.000 peserta.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengungkapkan seluruh persiapan mulai memasuki fase krusial. Tim dari Bank Mandiri Pusat bahkan telah turun langsung ke Gorontalo untuk meninjau venue dan menentukan rute terbaik.
“Dua sampai tiga minggu lalu tim Bank Mandiri Pusat sudah melakukan survei. Mereka melihat langsung rute kategori 5K, 10K, dan 21K, lalu memilih satu rute terbaik dari tiga opsi yang kami tawarkan,” kata Sultan.
Rute yang dipilih akan melintasi Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, menghadirkan kombinasi lintasan perkotaan dengan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.
Rute Dipuji Tim Pusat
Menariknya, tim Bank Mandiri memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lintasan di Gorontalo. Menurut Sultan, kondisi jalan dinilai jauh lebih nyaman dibandingkan beberapa kota penyelenggara event lari nasional.
“Menurut mereka, jalannya relatif mulus, kalaupun ada kerusakan hanya berupa lubang kecil yang mudah diperbaiki. Sepanjang rute juga melewati kawasan persawahan, destinasi wisata, dan penerangan jalan yang memadai,” ujarnya.
Penilaian positif itu menjadi modal penting agar GHM semakin menarik bagi pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Launching Awal Agustus, Desain Medali Masih Dirahasiakan
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan kembali menggelar rapat koordinasi dengan Bank Mandiri Pusat untuk mematangkan jadwal pembukaan pendaftaran dan peluncuran resmi GHM 2026.
Launching direncanakan berlangsung awal Agustus di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta, sekaligus disertai konferensi pers nasional.
Pada momen tersebut, panitia juga akan memperkenalkan atribut resmi GHM 2026, mulai dari jersey, medali finisher, hingga paket perlombaan. Seluruh desain disiapkan langsung oleh Bank Mandiri tanpa campur tangan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Kami masih menunggu seperti apa desain kostum, medali, dan race pack yang akan diluncurkan nanti,” jelas Sultan.
Target 10 Ribu Pelari, Promosi Menyasar Luar Daerah
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya jumlah peserta berhasil menembus lebih dari 6.000 pelari, tahun ini target dinaikkan hampir dua kali lipat menjadi 10.000 peserta.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Panitia telah menyiapkan strategi promosi ke berbagai daerah untuk menarik pelari dari luar Gorontalo.
Wilayah seperti Bolaang Mongondow Raya, Manado, Makassar, hingga Palu menjadi sasaran utama sosialisasi melalui program Road to Gorontalo Half Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September.
“Kami optimistis target 10 ribu peserta bisa tercapai. Selain mengandalkan pelari dari Gorontalo, kami juga akan gencar melakukan sosialisasi di sejumlah daerah agar semakin banyak peserta luar yang datang,” ujar Sultan.
Biaya Pendaftaran Masih Digodok
Sementara itu, mengenai biaya pendaftaran untuk nomor 5K, 10K, dan 21K, Sultan mengatakan Bank Mandiri masih melakukan pembahasan internal.
Pemprov Gorontalo mengusulkan tarif tetap mengacu pada penyelenggaraan tahun lalu. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pihak penyelenggara.
“Bank Mandiri masih mempertimbangkan apakah tarifnya tetap, naik, atau turun. Tetapi menurut mereka, harga yang digunakan sebelumnya sudah berada pada kisaran yang wajar,” tutup Sultan.
Dengan rute yang telah dipastikan, persiapan yang terus dimatangkan, serta target peserta yang melonjak drastis, Gorontalo Half Marathon 2026 berpeluang menjadi salah satu festival lari terbesar di kawasan timur Indonesia. Kini, para runner tinggal bersiap menaklukkan lintasan dan menikmati sensasi berlari di jalur yang memadukan panorama kota, hamparan sawah, dan destinasi wisata khas Gorontalo. (*)






