Scroll untuk baca artikel
Olahragasepak bola

PSSI Canangkan Grassroots Football Day 2026, Saatnya Bibit Muda Gorontalo Unjuk Gigi

×

PSSI Canangkan Grassroots Football Day 2026, Saatnya Bibit Muda Gorontalo Unjuk Gigi

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – PSSI kembali menunjukkan keseriusannya membangun fondasi sepak bola Indonesia dari level paling bawah. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026, seluruh Asprov PSSI di Indonesia didorong menggelar PSSI Grassroots Football Day 2026, sebuah festival sepak bola usia dini yang menjadi momentum pembinaan calon bintang masa depan.

Program ini merupakan tindak lanjut keputusan Kongres Biasa PSSI 2025 yang menetapkan 23 Juli sebagai Hari Sepak Bola Akar Rumput PSSI. Seluruh Asprov diwajibkan menggelar festival dengan format pertandingan 5 lawan 5 (5v5) yang melibatkan anak usia 8–9 tahun, baik putra maupun putri, bersama pelatih berlisensi serta SSB, klub, atau akademi yang terafiliasi dengan PSSI.

Bukan sekadar festival, Grassroots Football Day juga menjadi ajang uji coba format pertandingan usia dini. PSSI ingin mengukur apakah permainan 5v5 maupun 6v6 mampu meningkatkan jumlah sentuhan bola, waktu bermain efektif, peluang mencetak gol, hingga membuat anak-anak lebih menikmati permainan.

“Untuk mendukung evaluasi tersebut, setiap penyelenggara diwajibkan merekam pertandingan, mengumpulkan data teknis, melakukan observasi pemain, hingga meminta penilaian dari pelatih. Sedikitnya lima pertandingan harus diamati sebagai bahan evaluasi nasional,” jelas sekertaris PSSI Gorontalo, Alan Wungguli, Rabu (22/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, PSSI juga menekankan nilai-nilai pendidikan melalui sepak bola. Tidak ada klasemen maupun peringkat, setiap tim minimal memainkan tiga pertandingan, pergantian pemain dilakukan bebas, seluruh pemain mendapat kesempatan bermain yang sama, dan pertandingan diawali serta diakhiri dengan salam Fair Play. Orang tua dan pelatih pun diminta menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi anak-anak.

Melalui PSSI Grassroots Football Day 2026, diharapkan pembinaan sepak bola usia dini semakin masif di seluruh Indonesia. Dari lapangan-lapangan kecil inilah lahir talenta-talenta baru yang kelak siap membawa sepak bola Indonesia bersaing di level internasional. Bagi Gorontalo, momentum ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa daerah juga memiliki stok pemain muda berkualitas yang siap berkembang sejak usia dini. (*)

Apa Komentar Anda?