nusatimes.id – Pembinaan generasi muda tak hanya soal olahraga di lapangan. Disparekrafpora Provinsi Gorontalo terus menggeber program peningkatan kapasitas pemuda agar siap bersaing, mandiri, dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, melalui sekertaris dinas Romi Moge, menjelaskan, pemerintah menjalankan dua fokus utama di bidang kepemudaan, yakni pembinaan dan pemberdayaan. Pembinaan dilakukan melalui pendidikan informal dan nonformal untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan generasi muda.
Sementara itu, program pemberdayaan diwujudkan lewat bantuan stimulus berupa pendanaan maupun sarana pendukung agar pemuda semakin aktif, baik secara individu maupun melalui organisasi kepemudaan.
Tak berhenti di situ, sektor ekonomi kreatif juga menjadi perhatian serius. Dari sekitar 250 ribu pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Gorontalo, banyak di antaranya merupakan generasi muda yang kini didorong untuk terus naik kelas.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memfasilitasi pengurusan hak merek, hak kekayaan intelektual (HKI), hingga sertifikat halal. Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Kementerian Hukum dan HAM, Bank Indonesia, Dekranasda, Perindag, hingga Kementerian Agama.
“Produk yang memiliki merek, legalitas, dan sertifikasi akan lebih dipercaya konsumen sehingga daya saingnya meningkat,” tegasnya.
Disparekrafpora juga menggandeng organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, serta berbagai komunitas melalui program Youth Camp, pelatihan ekonomi kreatif, dan peningkatan soft skill. Tujuannya bukan sekadar memberi bantuan sesaat, tetapi membekali pemuda dengan kemampuan agar mampu membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, setiap program dipastikan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seluruh kegiatan juga dievaluasi secara berkala agar pelaku usaha binaan benar-benar mengalami peningkatan kapasitas dan pendapatan.
Disparekrafpora menegaskan, kolaborasi lintas sektor serta penyederhanaan regulasi menjadi kunci untuk mempercepat lahirnya generasi muda Gorontalo yang kreatif, inovatif, berdaya saing, dan siap menjadi pilar pembangunan daerah. (*)






