Scroll untuk baca artikel
bone bolangoPemda Bone Bolango

Ruwaida Ismet Mile Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Jaga Kepercayaan Pelanggan

×

Ruwaida Ismet Mile Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Jaga Kepercayaan Pelanggan

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id, (BONE BOLANGO) – Ketua TP-PKK Kabupaten Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile mendorong pelaku UMKM perempuan untuk naik kelas dengan menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perempuan dalam Pengelolaan UMKM Menuju Kemandirian yang digelar PKK Kecamatan Botupingge di Villa Pasir Panjang, Kabila Bone, Selasa (7/10/2026).

Menurut Ruwaida, perempuan memiliki peran sentral dalam pengembangan UMKM, karena sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah berasal dari kalangan perempuan.

Karena itu, pemberdayaan tidak cukup hanya mendorong perempuan membuka usaha, tetapi juga harus membekali kemampuan mengelola usaha dan mempertahankan pelanggan.

“Kalau sudah maju, sudah banyak pelanggan ataupun sudah laris, jangan mulai dikurangi. Kita kurangi rasanya, kita kurangi banyaknya, otomatis pelanggan-pelanggan itu akan lari,” ujar Ruwaida.

Ia menegaskan produk yang telah disukai masyarakat harus dipertahankan sekaligus ditingkatkan. Dengan begitu, usaha tidak berhenti sebagai usaha rumahan, tetapi berpeluang masuk ke pasar yang lebih luas.

Ruwaida mencontohkan bageya berbahan tepung pisang yang telah masuk Galeri Dekranasda Bone Bolango. Produk tersebut dinilai unik karena berbeda dari bageya berbahan sagu yang lebih umum.

Bahkan produk itu kerap ia bawa dan promosikan dalam berbagai kesempatan di luar daerah.

“Kalau bageya sagu sudah biasa di mana-mana. Ini bageya tepung pisang. Kalau suka dan rasanya enak, silakan pesan, kami siapkan di Bone Bolango,” katanya.

Selain bageya, sejumlah produk lokal lain seperti kerawang dan Kopi Pinogu juga telah mendapat ruang promosi melalui Galeri Dekranasda. Kopi Pinogu bahkan telah menarik perhatian konsumen dari luar daerah, meski kapasitas persediaannya masih terbatas.

Menurutnya, hal ini menunjukkan produk UMKM Bone Bolango memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih jauh. Tantangannya adalah menjaga konsistensi mutu sekaligus menyiapkan kemampuan produksi ketika permintaan meningkat.

TP-PKK Bone Bolango juga menyiapkan pelatihan kerawang ikat yang akan menyasar anak-anak putus sekolah. Pelatihan ini diarahkan untuk menjaga keterampilan kerajinan lokal sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha.

Ruwaida berharap kader PKK desa ikut mengambil peran dalam membina pelaku UMKM di wilayah masing-masing, termasuk membantu pengelolaan keuangan, akses permodalan, dan pengembangan usaha.

“Pemberdayaan perempuan melalui UMKM harus menghasilkan pelaku usaha yang mampu berdiri sendiri, menjaga kualitas produk dan melihat peluang pasar di luar wilayah Bone Bolango,” tutupnya.

Apa Komentar Anda?