nusatimes.id – Pergantian kepemimpinan mulai bergulir di tubuh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Gorontalo. Masa bakti kepengurusan 2022–2026 segera berakhir. Musyawarah Provinsi (Musprov) pun mulai dipersiapkan untuk menentukan nakhoda baru yang akan membawa taekwondo Gorontalo ke level lebih tinggi.
Ketua Pengprov TI Gorontalo Irwan Mamesah menegaskan, Musprov merupakan agenda rutin organisasi yang harus dilaksanakan ketika masa kepengurusan mendekati akhir. Menurut Irwan, musyawarah bukan sekadar agenda pergantian pemimpin, melainkan bagian penting dari proses organisasi untuk memastikan roda pembinaan tetap berjalan.
“Setiap organisasi memang harus ada yang namanya musyawarah, dan ini hal yang biasa terjadi. Sehingga sebagai pemimpin yang baik, maka ketika sudah di ambang selesai kepengurusannya, musyawarah adalah tugas terakhir yang dilakukan,” kata Irwan Mamesah kepada awak media.
Politisi muda Gorontalo itu menilai, berakhirnya masa kepengurusan harus disikapi secara dewasa melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Karena itu, Pengprov TI Gorontalo mulai bergerak menyiapkan tahapan menuju Musprov ke-VIII tahun 2026.
Langkah awal ditandai dengan agenda rapat persiapan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026), pukul 17.30 WITA, bertempat di GOR SPOBDA Provinsi Gorontalo. Berdasarkan undangan resmi Pengprov TI Gorontalo tertanggal 10 Oktober 2026, rapat tersebut akan membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pembentukan panitia pelaksana, rancangan jadwal, tata tertib dan mekanisme Musprov, hingga persyaratan bakal calon ketua umum.
Tahapan ini menjadi pintu awal menuju forum tertinggi organisasi taekwondo di tingkat provinsi tersebut. Pembahasan mengenai persyaratan bakal calon ketua umum juga menjadi salah satu poin penting. Sebab, proses penjaringan dan pemilihan pemimpin berikutnya diharapkan berjalan sesuai aturan organisasi.
Bagi taekwondo Gorontalo, Musprov kali ini memiliki arti strategis. Kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembinaan atlet, memperkuat kualitas pelatih, serta meningkatkan daya saing atlet Gorontalo di berbagai kejuaraan. Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Dibutuhkan kepemimpinan yang solid, program pembinaan terarah, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar taekwondo Gorontalo terus berkembang.
Meski demikian, siapa sosok yang akan memimpin Pengprov TI Gorontalo untuk periode berikutnya masih harus menunggu proses dan mekanisme Musprov. Yang pasti, tahapan menuju Musprov ke-VIII sudah mulai bergerak. Kini, perhatian tertuju pada proses persiapan dan dinamika organisasi untuk menentukan arah baru taekwondo Gorontalo. (*)






