Scroll untuk baca artikel
GorontaloNasionalNusantara

Gubernur Gusnar Ismail: Gelar Adat Ta’uwa Lulahuwa Bukan Sekadar Penghargaan

×

Gubernur Gusnar Ismail: Gelar Adat Ta’uwa Lulahuwa Bukan Sekadar Penghargaan

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa pemberian gelar adat Ta’uwa Lulahuwa bukan sekadar bentuk penghormatan kepada seseorang, melainkan amanah yang mengandung nilai-nilai luhur dan wajib diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Pesan itu disampaikan Gusnar saat memberikan sambutan dalam prosesi penganugerahan gelar adat kepada Sofian, yang dihadiri para pemangku adat dan sejumlah pimpinan daerah di Gorontalo. Menurut Gusnar, prosesi tersebut mengandung dua makna penting. Pertama, kehadiran para pemangku adat sebagai representasi masyarakat yang menyampaikan nilai-nilai luhur kepada penerima gelar. Kedua, gelar adat merupakan tanggung jawab moral yang harus dijaga dan dilaksanakan oleh orang yang menerimanya.

“Pemberian gelar adat pada hakikatnya adalah pemberian nilai yang harus dilaksanakan dan dijunjung tinggi oleh yang diberi gelar adat,” tegas Gusnar dalam sambutannya, Sabtu (17/10/2026).

Dia menjelaskan, nilai-nilai adat harus menjadi pedoman dalam menjalankan amanah, termasuk ketika seseorang memiliki kekuasaan dan kewenangan dalam pemerintahan. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan batas-batas yang telah ditetapkan, baik berdasarkan petunjuk Al-Qur’an maupun peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, Gusnar mengingatkan agar gelar adat tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan seremonial. Sebaliknya, gelar tersebut harus menjadi pengingat bagi penerimanya untuk bertindak arif, bijaksana, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Pemberian gelar adat ini merupakan beban kalau kita tidak tulus melaksanakannya. Tetapi kalau kita tulus, insya Allah ringan kita laksanakan,” ujarnya.

Gusnar juga mengajak seluruh pemangku adat, kepala daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, serta melestarikan adat Gorontalo. Dia menilai, adat menjadi salah satu kekuatan yang membentuk identitas Gorontalo di mata masyarakat luas. Bahkan, menurut dia, pelaksanaan adat yang baik turut menjadi faktor penting dalam penilaian ketika Gorontalo menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.

Gusnar mengingatkan bahwa citra Gorontalo sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat dan nilai-nilai keislaman harus terus dipertahankan melalui penerapan adat dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Apa Komentar Anda?