Scroll untuk baca artikel
NasionalNusantaraOlahraga

Petanque Gorontalo Menggigit! Rebut 7 Besar di Kejurnas 2026

×

Petanque Gorontalo Menggigit! Rebut 7 Besar di Kejurnas 2026

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Kontingen petanque Gorontalo sukses mencuri perhatian di panggung nasional! Bersaing dengan atlet dari 22 provinsi lainnya, Gorontalo berhasil menembus peringkat ketujuh dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Petanque 2026 yang berlangsung di Lapangan Petanque, Jakarta Barat, DKI Jakarta, pada 12–18 Oktober 2026.

Hasil ini menjadi suntikan motivasi bagi petanque Gorontalo untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan daya saing menjelang Pra-PON 2027 yang direncanakan berlangsung di Gorontalo.

Pelatih petanque Gorontalo yang juga dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG), I Kadek Suwardika, mengaku bangga atas pencapaian para atlet. Menurutnya, keberhasilan menembus posisi tujuh besar merupakan hasil yang patut diapresiasi, mengingat ketatnya persaingan antardaerah.

“Terima kasih atas support dan dukungan selama Kejurnas. Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri, Gorontalo berada di peringkat tujuh dari 23 provinsi yang turut ambil bagian,” ujar I Kadek Suwardika, Senin (19/10/2026).

Dalam kejuaraan tersebut, Gorontalo berhasil mengoleksi satu medali emas dan dua medali perunggu. Raihan itu menempatkan Gorontalo dalam jajaran 10 besar klasemen medali nasional, sekaligus menunjukkan bahwa atlet petanque daerah ini mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan utama dari berbagai provinsi.

Jawa Timur tampil sebagai penguasa klasemen dengan lima medali emas. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan dua emas, dua perak, dan tiga perunggu. Sementara DKI Jakarta mengumpulkan dua emas.

Di tengah dominasi sejumlah daerah tersebut, Gorontalo mampu menjaga persaingan dan mengamankan posisi ketujuh. Capaian ini menjadi modal berharga untuk membangun kepercayaan diri atlet menghadapi agenda kompetisi berikutnya.

Kejurnas 2026 mempertandingkan 14 nomor, mulai dari shooting putra dan putri, single, double, triple, hingga nomor beregu putra, putri, dan campuran. Banyaknya nomor yang dipertandingkan membuka ruang persaingan sekaligus menguji kualitas atlet dalam berbagai format pertandingan.

Suwardika berharap hasil di Jakarta tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas latihan, memperkuat kekompakan tim, dan mematangkan strategi pertandingan.

“Harapannya, di Kejurnas selanjutnya Gorontalo bisa lebih banyak meraih prestasi dan tentunya menjadi daerah yang diperhitungkan di Pra-PON dan PON nanti,” harapnya.

Pra-PON 2027 Jadi Target Berikutnya

Lebih dari sekadar perebutan medali, Kejurnas Petanque 2026 juga menjadi ajang pemanasan penting bagi atlet Gorontalo menghadapi Pra-PON yang direncanakan digelar di Gorontalo pada 2027 mendatang.

Kesempatan tersebut menjadi momentum bagi tim pelatih untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan atlet setelah menghadapi persaingan nasional. Hasil evaluasi diharapkan bisa menjadi dasar pembenahan program latihan agar persiapan menuju Pra-PON semakin terarah.

Dengan modal satu emas dan dua perunggu di Jakarta, petanque Gorontalo kini memiliki alasan untuk menatap tantangan berikutnya dengan optimisme. Peringkat ketujuh bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk memburu prestasi yang lebih tinggi dan menjadikan Gorontalo kekuatan yang semakin diperhitungkan di arena petanque nasional. (*)

Apa Komentar Anda?