Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloPemkot Gorontalo

Nuryanto Dorong Sampah Jadi Tabungan, Hasil Penjualan Bisa untuk Bayar PBB

×

Nuryanto Dorong Sampah Jadi Tabungan, Hasil Penjualan Bisa untuk Bayar PBB

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id (Kota Gorontalo) – Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Potensi inilah yang ingin dikembangkan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, melalui kolaborasi dengan Bank BTN, agar hasil penjualan sampah produktif dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Gagasan tersebut disampaikan Nuryanto saat bersama Kepala Bank BTN Kota Gorontalo mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Donggala, Rabu (21/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kesiapan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan sekolah yang mendapat dukungan Bank BTN melalui program lingkungan hidup.

Dalam kunjungan tersebut, Nuryanto menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah yang dipilah dan dikelola dengan benar bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

Melalui kerja sama dengan Bank BTN, hasil penjualan sampah produktif direncanakan dapat ditabung dalam rekening sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk berbagai kebutuhan pembayaran.

“Kita berharap masyarakat itu sudah mulai sadar bahwa sampah produktif ini bisa menjadi uang dan bisa ditabung untuk pembayaran listrik, pembayaran air, kemudian pajak bumi dan bangunan. Nanti insya Allah akan ditampung dalam rekening yang ada di Bank BTN,” ujar Nuryanto.

Menurutnya, konsep tersebut dirancang sebagai proyek percontohan yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan layanan keuangan masyarakat. Dengan begitu, kebiasaan memilah sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Namun, untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, masih ada persoalan yang perlu dicarikan solusi, terutama terkait pemasaran hasil pengumpulan sampah produktif.

Pengurus TPS3R Donggala mengungkapkan bahwa selama ini mereka masih mengandalkan pengepul lokal untuk menjual sampah yang telah dikumpulkan dan dipilah. Terbatasnya akses pasar menjadi tantangan dalam mengembangkan kegiatan tersebut agar lebih produktif.

Menanggapi hal itu, Nuryanto mengatakan pihaknya akan menjajaki dukungan Bank BTN, termasuk melalui kantor pusat, untuk membantu membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

“Tadi dari pihak pengurus memang permasalahannya di pemasaran, karena mereka menjual hanya melalui pengepul. Tentunya nanti Bank BTN yang ada di pusat akan kita coba minta bagaimana bisa menjadi satu solusi mencarikan marketing-nya atau penjualannya, seperti pengusaha-pengusaha yang menampung sampah produktif di Surabaya,” tambahnya.

Perluasan akses pasar diharapkan dapat mempertemukan pengelola TPS3R dengan pelaku usaha yang membutuhkan bahan baku daur ulang. Dengan pilihan pembeli yang lebih beragam, sampah produktif berpeluang terserap lebih baik sehingga kegiatan pengelolaan sampah dapat terus berjalan.

Selain menyasar masyarakat, program ini juga melibatkan sekolah sebagai bagian dari upaya menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk perilaku peduli lingkungan sekaligus memperkenalkan manfaat ekonomi dari sampah yang masih bisa dimanfaatkan.

Melalui kolaborasi dengan Bank BTN, Pemerintah Kota Gorontalo berupaya mendorong pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pemilahan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rencana pemanfaatan hasil penjualan sampah sebagai tabungan untuk membantu pembayaran listrik, air, hingga PBB menjadi salah satu gagasan yang tengah dikembangkan. Sementara itu, perluasan jaringan pemasaran menjadi langkah yang akan dijajaki untuk menjawab kendala yang dihadapi pengurus TPS3R Donggala.

Jika dapat dikembangkan dengan baik, pengelolaan sampah produktif berpeluang menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus membuka sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat Kota Gorontalo.

Apa Komentar Anda?