Scroll untuk baca artikel
KarateNasionalNusantaraOlahraga

Karate Dunia Melirik Gorontalo! Habta Amani Pilih Gembleng Diri Bersama Ricky Dama

×

Karate Dunia Melirik Gorontalo! Habta Amani Pilih Gembleng Diri Bersama Ricky Dama

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Peta karate dunia mulai melirik Gorontalo! Bukan sekadar menjadi tempat persinggahan, daerah berjuluk Serambi Madinah ini kini menjadi pilihan atlet internasional untuk mengasah kemampuan dan memburu prestasi lebih tinggi.

Buktinya, Habta Amani Yara, atlet timnas Aljazair U-21 nomor Kata Female, memilih berlatih di Gorontalo di bawah asuhan Simpai Ricky Dama. Menariknya, Habta disebut sempat mendapat tawaran untuk menjalani latihan di Italia dan Jepang. Namun, pilihannya justru jatuh kepada pelatih karate asal Gorontalo tersebut.

Keputusan ini menjadi sorotan tersendiri. Sebab, Ricky Dama yang juga menjabat sebagai Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) FORKI Gorontalo, kini dipercaya menangani atlet dari luar negeri yang ingin meningkatkan level prestasinya.

“Dia sejatinya ditawarkan berlatih di Italy dan Japan, tapi dia lebih memilih Gorontalo berlatih dengan Coach RD,” ujar Ricky Dama, Rabu (21/10/2026).

Menurut Ricky, Habta memiliki keyakinan bahwa program latihan yang dijalaninya di Gorontalo dapat membantu meningkatkan peringkatnya di level dunia.

“Dia meyakini dengan dilatih Coach RD maka dia bisa meningkatkan ranking-nya di dunia,” lanjutnya.

Terinspirasi Prestasi Zaskia

Ada cerita menarik di balik keputusan Habta memilih Gorontalo. Atlet muda Aljazair tersebut disebut terobsesi dengan perjalanan prestasi Zaskia Putri Salurante, karateka Gorontalo yang mampu menorehkan prestasi di level dunia meski menghadapi berbagai keterbatasan. Perjuangan Zaskia menjadi inspirasi bahwa prestasi tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau tempat latihan. Kerja keras, disiplin, program pembinaan, dan tekad untuk terus berkembang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet.

Kini, Habta ingin menempa kemampuannya di lingkungan latihan yang sama dengan Zaskia, sekaligus menyerap pengalaman dari proses pembinaan yang dijalankan Ricky Dama. Kehadiran atlet Aljazair tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun suasana latihan yang lebih kompetitif. Pertukaran pengalaman dan metode latihan lintas negara diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi atlet yang berlatih di Gorontalo.

Empat Tahun Menetap di Gorontalo

Yang membuat cerita ini semakin menarik, Habta tidak datang hanya untuk menjalani pemusatan latihan dalam hitungan minggu atau bulan. Ia berencana berada di Gorontalo selama empat tahun ke depan. Selain mengasah kemampuan karate, Habta juga akan melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

“Dia akan berada di Gorontalo selama empat tahun, selain latihan dia akan kuliah juga di UNG,” kata Ricky.

Rencana tersebut membuka peluang bagi Gorontalo untuk menjadi ruang pembinaan sekaligus pendidikan bagi atlet internasional. Habta akan menjalani dua misi sekaligus: menuntaskan studi dan meningkatkan kualitas sebagai atlet karate. Bagi Ricky Dama, kepercayaan yang diberikan atlet luar negeri tentu menjadi tanggung jawab besar. Program latihan harus mampu menjawab target Habta, terutama dalam meningkatkan kualitas penampilan pada nomor Kata Female dan mendukung ambisinya bersaing di level internasional.

Sementara bagi karate Gorontalo, kedatangan Habta menjadi momentum untuk memperluas pengalaman dan interaksi dengan atlet dari negara lain. Kini, perhatian tertuju pada perjalanan empat tahun Habta di Gorontalo. Mampukah latihan bersama Ricky Dama membawanya melesat ke level yang lebih tinggi?

Satu hal yang pasti, pilihan Habta menghadirkan cerita menarik dari dunia karate: Gorontalo bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi tempat bagi atlet internasional untuk menempa mimpi mereka menuju panggung dunia. (*)

Apa Komentar Anda?