Scroll untuk baca artikel
bone bolangoDaerahPemda Bone Bolango

Konflik Tambang Emas Jadi Fokus Riset, Ichsan Budi Wantogia Torehkan Prestasi untuk Bone Bolango

×

Konflik Tambang Emas Jadi Fokus Riset, Ichsan Budi Wantogia Torehkan Prestasi untuk Bone Bolango

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id (PURWOKERTO) – Persoalan konflik sosial di sektor pertambangan emas Kabupaten Bone Bolango mengantarkan Ichsan Budi Wantogia meraih prestasi di tingkat nasional. Bersama tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ichsan berhasil meraih Young Scholars Award dalam ajang IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui penelitian yang membahas penyelesaian konflik sosial di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango. Kajian ini mengangkat pentingnya tata kelola kolaboratif dalam memahami dan mencari pendekatan penyelesaian konflik yang melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Penelitian berjudul “Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency” itu dikerjakan Ichsan bersama Rauf A. Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim. Keempatnya tercatat sebagai tim peneliti dengan afiliasi Universitas Negeri Gorontalo.

Ichsan sendiri saat ini menjabat sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone Bolango, sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bone Bolango.

Raihan penghargaan ini menjadi perhatian karena penelitian tersebut mengangkat persoalan yang berkaitan langsung dengan dinamika pembangunan di daerah. Aktivitas pertambangan tidak hanya menyangkut pemanfaatan sumber daya alam dan kepentingan ekonomi, tetapi juga bersinggungan dengan kondisi sosial serta kepentingan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui pendekatan collaborative governance atau tata kelola kolaboratif, penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dialog, dan partisipasi para pemangku kepentingan. Keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi aspek penting dalam memahami persoalan secara menyeluruh sekaligus membuka ruang bagi upaya penyelesaian konflik.

Perspektif tersebut relevan bagi Bone Bolango dalam melihat tantangan pembangunan yang melibatkan banyak kepentingan. Hubungan antara pemerintah, perusahaan pertambangan, dan masyarakat membutuhkan tata kelola yang mampu mengakomodasi berbagai sudut pandang, sehingga persoalan sosial dapat menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan pembangunan.

Penghargaan Young Scholars Award 2026 diserahkan dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.

Konferensi tersebut mengusung tema “Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Ages of Digital Transformation”. Forum ini membahas berbagai dinamika tata kelola pemerintahan, masyarakat, dan konektivitas global di tengah transformasi digital.

Bagi Ichsan bersama tim peneliti UNG, penghargaan ini menjadi pencapaian sekaligus pengakuan atas kontribusi penelitian dalam mengangkat isu daerah ke forum ilmiah. Kajian tersebut juga memperlihatkan bagaimana persoalan lokal dapat menjadi bahan diskusi akademik untuk memperkaya pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Ke depan, penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di daerah diharapkan dapat terus dikembangkan. Selain memperkuat kontribusi akademik, hasil kajian semacam ini dapat menjadi referensi dalam memahami tantangan pembangunan, termasuk upaya membangun tata kelola pertambangan yang memperhatikan aspek sosial dan kepentingan masyarakat di Kabupaten Bone Bolango.

 

Apa Komentar Anda?