nusatimes.id – Usai ditetapkan cabang olahraga (Cabor) sepak takraw sebagai salah satu cabor yang dibina di SPOBDA Gorontalo atau yang sebelumnya dikenal sebagai PPLP. Kejutan juga datang dari sisi pelatih yanga akan menangani cabor yang telah banyak mengharumkan nama Gorontalo di pentas nasional maupun internasional.
Adalah Erens Usman dan Abdul Halim Radjiu, S.Pd adalah dua sosok pelatih anyar yang akan menangani atlet sepak takraw SPOBDA Gorontalo mulai saat ini. Dari keduanya, sosok Abdul Halim Radjiu yang paling mengejutkan.
Sosok yang tahun kemarin berhasil mempersembahkan dua medali di PON Aceh-Sumut tersebut memang tidak bisa dipungkiri prestasi yang diraihnya terbilang banyak. Sejak usia pelajar sosok atlet bertumbuh gempal tersebut sudah membuktikan kualitasnya.
Empat kali edisi PON meraih medali emas, tiga kali tampil di SEA Games dengan torahan dua medali perak dan satu perunggu. Serta dua kali dipercaya tampil di ASEAN Games, Abdul Halim sukses meraih satu medali emas, dua perak dan satu perunggu untuk Indonesia. Dengan prestasi yang gemilang ini, ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu atlet sepak takraw terbaik di Indonesia.
Kepada awak media ini, bapak dua anak ini mengatakan kesiapannya menjadi pelatih sepak takraw SPOBDA Gorontalo. Meski demikian ia sadar bahwa dunia yang akan dijalaninya berbeda dengan statusnya dulu sebagai atlet.
“Dunia kepelatihan pasti berbeda dengan saat sebelumnya saya masih berstatus atlet. Sebagai pelatih pasti dituntut strategi dan pendekatan baru demi pembinaan prestasi yang diharapkan. Makanya kemarin saat ditanya kesiapan saya menegaskan siap, terlebih dukungan keluarga, terutama istri tercinta dan para sahabat, membuat saya siap menjalani peran baru ini,” kata Halim, Ahad (25/5/2025).
“Sudah saatnya saya meninggalkan zona nyaman sebagai atlet dan memulai perjalanan dan pengalaman baru sebagai pelatih. Meski berat, tapi saya percaya kerja keras, kerja cerdas, penuh dedikasi dan semangat tinggi dapat membantu saya membangun fondasi tim yang kuat seperti perjuangan yang pernah dilakukan pendahulu saya Almarhum coach Herson dan coach Asri Syam,” lanjutnya.
Abdul Halim sendiri pertama kali masuk PPLP pada 2006 dan jasanya sebagai atlet sejatinya masih dibutuhkan hingga saat ini. Terakhir beberapa waktu lalu ia sempat dihubungi untuk ikut ambil bagian pada Seleksi Nasional (Seleknas) sepak takraw persiapan SEA Games. Namun dengan adanya tawaran sebagai pelatih SPOBDA ia memilih menempuh karir baru sebagai pelatih. (*)












