Scroll untuk baca artikel
Olahragasepak bola

Statuta Baru PSSI, Ketua Askab/Askot Ditunjuk Asprov

×

Statuta Baru PSSI, Ketua Askab/Askot Ditunjuk Asprov

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Regulasi aian tatanan organisasi cabang olahraga sepakbola berubah. Dari hasil Kongres PSSI belum lama ini. Salah satu yang berubah dalam statuta PSSI adalah posisi Ketua Asosiasi Kota dan Kabupaten (Askab/Askot).

“Benar, untuk jabatan atau posisi Ketua Askab dan Askot itu di statuta PSSI yang baru ditunjuk langsung oleh Ketua Asprov PSSI. Dan insyaallah Asprov PSSI Gorontalo akan segera menjalankan amanah statuta tersebut,” kata Ketua Asprov PSSI Gorontalo, Lahmudin Hambali, Rabu (2/7/2025).

Perubahan Statuta PSSI tahun 2025 memberikan kewenangan kepada Ketua Asprov (Asosiasi Provinsi) untuk menunjuk Ketua Askot (Asosiasi Kota) dan Askab (Asosiasi Kabupaten). Hal ini dilakukan untuk memperkuat peran daerah dalam pengembangan sepak bola nasional, dengan Asprov sebagai ujung tombak. Pemilihan Ketua Asprov sendiri tetap dilakukan secara terbuka.

“Perubahan Statuta PSSI ini di sahkan pada Kongres Biasa PSSI yang dilaksanakan bulan lalu
di Hotel Ritz Carlton, Jakarta,” ucapnya.

Statuta PSSI terakhir mengalami perubahan pada 2019. Kini, ada beberapa perubahan yang dilakukan pada 2025. Salah satunya Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) berhak memilih langsung menunjuk pimpinan atau ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) atau Asosiasi Kota (Askot). Seperti diketahui, sebelumnya pemilihan Ketua Askab atau Askot dilakukan lewat mekanisme kongres masing-masing daerah.

Seperti pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir usai Kongres beberapa waktu lalu, peran Asprov dalam statuta baru ini sangat kuat. Ketua Asprov PSSI tetap pemilihan terbuka. Lalu untuk membangun infrastrukturnya, pimpinan Asprov PSSI akan menunjuk yang namanya ketua Askot PSSI dan Askab PSSI.

“Selama ini ketika kita membangun sepak bola di daerah-daerah, sulit sekali koordinasi antara Asprov dan juga Kota. Dengan sekarang bersinergi seperti ini, ketika bicara nantinya liga 4, itu akan di kota-kota selama 4 bulan. Lalu nanti juaranya liga 4 akan naik ke provinsi, itu kita putar ke liga 3. artinya apa, ada kesinambungan dan fleksibilitas,” ujar Erick Thohir.

“Saya yakin sistem ini lebih merata, fleksibel dan lebih jalan tak ada ketimpangan,” pungkasnya. (*)

 

Apa Komentar Anda?