nusatimes.id – Tournament sepakbola Londoun Cup jilid II tahun 2025 akhirnya resmi berakhir. Persitor FC Torosiaje berhasil menjadi juara usai menundukkan Persom Omayuwa FC Randangan denan skor fantastis 4-1 saat partai final, Sabtu 12 Juli 2025.
Laga Final yang turut disaksikan Wakil Bupati Pohuwato Iwan Adam dan ribuan penonton dari berbagai penjuru desa kecamatan di bagian barat Kabupaten Pohuwato tersebut berlangsung cukup sengit. Terlebih sejak pertengahan babak pertama cuaca hujan yang turun membasahi lapangan Desa Londoun Kecamatan Popayato Timur tersebut.
Dari pantauan awak media ini, 5 gol yang tercipta sepanjang pertandingan dipersembahkan Rafli Umar, Junaid, Sultan Annas pemain Persitor FC dan satu Own Gol (gol bunuh diri_red) dari pemain belakang Persom Omayuwa Adbdul Rahman Kambungu. Sedangkan 1 gol hiburan diraih Persom Omayuwa lewat kaki Ikbal Pakaya usai berhasil mengeksekusi tendangan pinalti.
Usai pertandingan, wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam menyampaikan apresiasinya kepada panitia penyelenggara turnamen yang berhasil melaksanakan event dengan berakhir sukses baik di jilid satu maupun jilid dua.
“Sejatinya pak Bupati yang akan hadir pada penutupan turnamen ini, namun karena ada hal lain yang tidak bisa diwakili sehingga tadi siang saya dihubungi untuk wajib hadir di Londoun. Dan ini ada bukti komitmen pak Bupati dan pemerintah daerah kabupaten Pohuwato yang akan terus mendukung kegiatan seperti ini. Apalagi sepak bola adalah olahraga yang paling di gemari masyarakat seluruh kelompok usia sehingga kami mengharapkan turnamen ini dapat digulirkan setiap tahun sehingga bisa melahirkan pemain-pemain yang mampu membawa nama Kabupaten Pohuwato tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,” beber sosok mantan Ketua KONI Kabupaten Pohuwato tersebut saat menutup turnamen sepakbola Londoun Cup jilid II.
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua panitia penyelengara Turnamen Londoun Cup Jilid II, Daniel Luasunaung menyampaikan turnamen ini telah ditetapkan sebagai agenda tetap yang dilaksanakan setiap tahun dan tahun ini merupakan yang ke Dua. Ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dibidang olahraga sepakbola sebagai langkah awal menuju jenjang sebagai pemain professional.
“Londoun Cup ini bukan hanya sekedar ajang kompetisi, tapi juga sebagi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakatnya di bidang sepakbola sekaligus menjadi wadah mempererat persaudaraan antar pemuda di Pohuwato dan Provinsi Gorontalo pada umumnya,” ujarnya kepada para awak media saat diwawancarai sebelum kick off partai final.
Daniel juga menambahkan, untuk peserta turnamen Londoun Cup Jilid II ini diikuti sebanyak 23 tim dari dan luar Kabupaten Pohuwato. Bahkan para pemain dari luar Gorontalo juga banyak yang ambil bagian memperkuat tim-tim peserta tahun ini.
“Peserta sejak jilid satu hingga tahun ini jilid dua itu beragam, ada tim dari dan luar kabupaten Pohuwato. Bahkan ada juga pemian-pemain dari luar Gorontalo yang ikut ambil bagian, dan kami memberikan ruang agar menjadi motivasi pesepakbola muda lokal khususnya di Desa Londoun ini agar bisa berlatih dengan agar menjadi pemain-pemain hebat kedepannya,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada tahun keduanya Londoun Cup ini total bonus yang disiapkan panitia pelaksana yakni uang pembinaan sebesar Rp 30 juta rupiah yang terbagi untuk juara, runner up, kiper terbaik, pemain terbaik, top skor terbanyak dan juga untuk para wasit. (*)












