nusatimes.id – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo mulai mematangkan pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) Tahun 2026 melalui rapat awal bersama para pemangku kepentingan, Selasa (10/2/2026).
Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyampaikan GKK 2026 direncanakan mengusung tema “Ritme Hulonthalo, Harmoni Jasmani Warisan Gorontalo”, yang menggabungkan unsur budaya, ekonomi kreatif, pemuda, dan olahraga. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 12–13 September 2026.
“Tema ini merupakan hasil diskusi bersama, termasuk adanya masukan dari Bank Indonesia. Karena saat ini kami satu OPD dengan pemuda dan olahraga, maka ditambahkan unsur jasmani, sehingga menjadi Ritme Hulonthalo, Harmoni Jasmani Warisan Gorontalo. Namun ini masih terus kami diskusikan,” ujarnya.
GKK 2026 akan menghadirkan sejumlah pembeda, di antaranya Mokarawo Kolosal yang melibatkan 100 pengrajin, pertunjukan musik tradisional kolosal, serta Kue Karawo Kolosal dari Desa Tanggilingo, Kabupaten Bone Bolango sebagai desa inovatif ekonomi kreatif.
“Pelaksanaan GKK tahun 2026, akan ditawarkan kepada pihak swasta atau perbankan untuk menjadi pelaksana utama, sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya bersumber dari anggaran pemerintah,” ungkapnya.
Selain itu, pelaksanaan GKK 2026 direncanakan melibatkan pihak swasta atau perbankan sebagai pelaksana utama, sementara pemerintah daerah berperan sebagai pendukung. Event ini juga akan diintegrasikan dengan Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) serta Gorontalo Half Marathon (GHM).
Parekrafpora menargetkan 700 peserta karnaval, 75 booth UMKM, dan 45.000 pengunjung, dengan fokus pada peningkatan kualitas penyelenggaraan agar GKK semakin berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Gorontalo. (*)






