Scroll untuk baca artikel
Gorontalo

Hari Kedua Roadshow Optimalisasi PAD, Kabgor dan Gorut Siap Integrasi Data dan Digitalisasi Pembayaran

×

Hari Kedua Roadshow Optimalisasi PAD, Kabgor dan Gorut Siap Integrasi Data dan Digitalisasi Pembayaran

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Memasuki hari kedua Roadshow Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo melanjutkan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (10/2/2026).

Roadshow yang dipimpin langsung Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, ini menitikberatkan pada penguatan sinergi pemungutan pajak dan retribusi, integrasi data potensi, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran non-tunai sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Fokus utama kita adalah integrasi data dan digitalisasi pembayaran agar pemungutan pajak lebih transparan, akuntabel, dan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” ujar Danial.

Sesi I – Kabupaten Gorontalo

Di Kabupaten Gorontalo, tim roadshow diterima Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, didampingi Kepala Bapenda Dewi Usman serta jajaran OPD terkait.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyatakan dukungan penuh terhadap agenda integrasi dan digitalisasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi.

Sejumlah langkah strategis yang disepakati antara lain integrasi data MBLB, PAP, dan PABT, pemanfaatan NIK dan NIB sebagai basis validasi wajib pajak, serta penguatan penggunaan QRIS dinamis pada seluruh kanal pembayaran. Provinsi juga akan mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital di daerah.

Selain itu, disepakati pelayanan KIR dengan syarat lunas pajak kendaraan, optimalisasi retribusi TPA Talumelito dengan potensi pendapatan sekitar Rp600 juta per tahun, serta penataan retribusi alat berat, galian C, dan sektor pekerjaan umum guna mendukung opsen pembiayaan jalan dan jembatan.

Pelayanan Samsat mobile juga akan dimaksimalkan hingga kecamatan dan desa, dengan seluruh transaksi diarahkan non-tunai untuk menjamin transparansi penerimaan daerah.

“Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran penerimaan sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak,” jelas Danial.

Sesi II – Kabupaten Gorontalo Utara

Kunjungan dilanjutkan ke Kabupaten Gorontalo Utara dan diterima Sekretaris Daerah Suleman Lakoro, didampingi Asisten Administrasi Umum Marzuki Tome serta OPD teknis. Pemkab Gorontalo Utara memaparkan rencana aksi terpadu melalui integrasi dan berbagi data pajak serta retribusi lintas OPD.

Strategi yang disiapkan meliputi pembentukan tim teknis operasi gabungan penagihan, program jemput bola ke kafe, rumah kos, sarang walet, dan pelaku usaha, serta pelibatan kecamatan, desa hingga dusun dalam pendataan door to door. Optimalisasi PKB, BBNKB, Pajak Air Tanah, dan retribusi pasar juga menjadi prioritas, dengan seluruh penerimaan disetor langsung ke RKUD secara non-tunai.

“Pendekatan kolaboratif lintas sektor ini efektif memperluas basis pajak sekaligus membangun budaya kepatuhan masyarakat,” ujar Danial.

Kolaborasi Jadi Kunci

Hari kedua roadshow menegaskan bahwa integrasi data, kemudahan layanan, dan sistem pembayaran digital merupakan fondasi utama peningkatan PAD.

“Dengan dukungan penuh dari Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara, sinergi provinsi dan daerah diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak, mempercepat layanan Samsat, menekan kebocoran penerimaan, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah,” harapannya.

Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menegaskan optimalisasi PAD hanya dapat dicapai melalui kerja kolaboratif, transparan, dan berbasis data. (*)

Apa Komentar Anda?