nusatimes.id – Semangat pembinaan prestasi siswa madrasah di Provinsi Gorontalo memasuki babak baru. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo resmi menggelar Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (PORSEMA) 2026 sebagai ajang pencarian sekaligus pembinaan bibit-bibit unggul yang diproyeksikan tampil di level nasional.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Dr. Masjrul Janto Usman, menegaskan bahwa PORSEMA bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi bagian dari program jangka panjang untuk melahirkan atlet dan peserta seni berprestasi dari lingkungan madrasah.
“Untuk catur misalnya, sejak tahun lalu kami sudah mendorong seluruh madrasah memiliki program olahraga catur. Harapannya, madrasah bisa melahirkan grandmaster-grandmaster catur yang nantinya dapat mengharumkan nama Gorontalo,” ujar Masjrul.
Pada edisi perdana PORSEMA 2026, sejumlah cabang olahraga dan seni dipertandingkan. Untuk olahraga, cabang catur khusus diikuti siswa putra tingkat MI, MTs, dan MA. Sementara bulu tangkis serta tenis meja mempertandingkan kategori putra dan putri di seluruh jenjang tersebut.
Di sektor seni, peserta bersaing dalam lomba membaca teks berbahasa Arab, bercerita dalam bahasa Inggris, serta Tilawatil Quran. Seluruh cabang dirancang untuk memperkuat karakter khas madrasah yang mengintegrasikan prestasi akademik, keagamaan, dan keterampilan bahasa.
Masjrul menjelaskan, pembinaan tilawah dan tahfiz juga telah disesuaikan dengan standar nasional. Untuk kategori hafalan Al-Quran, target yang dipersiapkan yakni satu juz untuk tingkat MI, lima juz untuk MTs, dan sepuluh juz untuk MA.
“Kami ingin anak-anak madrasah Gorontalo siap bersaing di tingkat nasional. Untuk MTQ maupun hifdzil Quran, pembinaannya sudah mengacu pada standar nasional,” katanya.
Diikuti 324 Peserta Se-Gorontalo
Antusiasme madrasah terhadap PORSEMA cukup tinggi. Hingga hari pelaksanaan, tercatat 324 peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA se-Provinsi Gorontalo ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 8 hingga 10 Juni 2026 tersebut. Meski baru berlangsung selama tiga hari, Masjrul menyebut format itu merupakan langkah awal sebelum PORSEMA berkembang menjadi kegiatan yang benar-benar berlangsung selama sepekan penuh.
“Seharusnya namanya pekan, tetapi karena ini baru pertama kali dilaksanakan, kita mulai tiga hari dulu. Insya Allah pada PORSEMA berikutnya bisa berlangsung satu pekan karena cabang lomba dan jumlah peserta akan semakin banyak,” ungkapnya.
Tahun Depan Lebih Meriah, Mini Soccer hingga Sepak Takraw Siap Hadir
Kanwil Kemenag Gorontalo juga telah menyiapkan pengembangan PORSEMA pada tahun mendatang. Sejumlah cabang olahraga baru direncanakan masuk dalam agenda, di antaranya mini soccer, bola voli putra-putri, dan sepak takraw. Tak hanya itu, sistem pembinaan peserta juga akan diperkuat. Jika tahun ini setiap kabupaten hanya mengirimkan perwakilan terbatas, maka pada edisi berikutnya setiap madrasah diupayakan mengirim lebih banyak atlet, termasuk membuka kategori putri untuk cabang catur.
“Tahun depan kami ingin setiap madrasah mengirim lebih banyak peserta agar potensi yang muncul tidak hanya satu orang. Untuk catur juga akan kita dorong ada kategori putri,” jelasnya.
Pengganti Aksioma, Jadi Wadah Evaluasi Pembinaan Madrasah
Menurut Masjrul, PORSEMA merupakan ajang pertama yang digelar setelah kegiatan Aksioma yang selama beberapa tahun terakhir tidak lagi berjalan. Kehadiran PORSEMA menjadi solusi agar proses pembinaan di madrasah memiliki target, evaluasi, serta panggung kompetisi yang berkelanjutan.
“Kalau pembinaan dilakukan tanpa event, maka sulit mengukur hasilnya. Karena itu PORSEMA hadir sebagai wadah evaluasi dan kompetisi bagi siswa madrasah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa PORSEMA berbeda dengan Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri karena pesertanya khusus berasal dari madrasah, bukan pondok pesantren. Dengan konsep pembinaan berjenjang dan target jangka panjang yang jelas, PORSEMA 2026 diharapkan menjadi fondasi lahirnya atlet, qari, hafiz, serta talenta bahasa dari madrasah Gorontalo yang mampu bersaing hingga tingkat nasional. (*)






