nusatimes.id – PS. Boliohuto harus gigit jari setelah pertahanannya diobok-obok oleh Dengilo FC dalam laga yang digelar Selasa 10 Februari 2026 di stadion Merdeka kota Gorontalo. Absennya sejumlah pilar utama di lini belakang membuat tim berjuluk Laskar Boliohuto ini harus mengakui keunggulan lawannya.
Edo Cristiawan, usai pertandingan, mengakui bahwa absennya banyak pemain menjadi faktor utama kekalahan timnya. “Pemain kita banyak yang absen, makanya pertandingan hari ini menjadi cukup berat dan kita harus terima hasil akhirnya,” ujarnya dengan nada kecewa.
Namun, Edo tak mau larut dalam kesedihan. Ia menegaskan bahwa timnya akan segera bangkit dan mengamankan poin penuh di tiga laga terakhir. “Target di tiga laga akhir harus bisa mengamankan point penuh, sehingganya persiapan lebih matang akan kami lakukan nanti,” tegasnya.
Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi ini diwarnai dengan tiga kartu kuning yang dikeluarkan wasit Anwar Lahabu untuk pemain Dengilo FC. Kapten PS. Bolihuto, Rekxi Usman, menilai bahwa selain tensi permainan yang keras, beberapa keputusan wasit juga merugikan timnya.
“Harusnya tadi tidak di tiup offside, karena masih ada pemain lawan dibelakang. Tapi sudahlah, ini jadi pelajaran untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” keluh Rekxi.
Di kubu lawan, pelatih Dengilo FC, Fikran Samarang, mengaku sangat bersyukur dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya. Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum usai dan masih ada tiga laga berat yang menanti.
“Kemenangan ini adalah bekal berharga di tiga pertandingan kedepan, semoga ini menjadi motivasi anak-anak untuk bisa tampil lebih baik meski lawan yang akan dihadapi nanti bukan lawan yang lemah,” pungkas Fikran dengan nada optimis.
Dengan hasil ini, PS. Boliohuto harus segera berbenah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi laga-laga krusial berikutnya. Sementara Dengilo FC semakin percaya diri untuk terus meraih hasil positif dan mengamankan posisi di papan atas klasemen. (*)






