Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontalo

Disparekrafpora Dukung Festival Bulalo Limutu, Dorong Wisata Berkelanjutan

×

Disparekrafpora Dukung Festival Bulalo Limutu, Dorong Wisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Danau Limboto bukan sekadar bentang alam, tetapi juga menyimpan cerita rakyat, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga. Semangat inilah yang diangkat dalam Festival Bulalo Limutu 2026 yang mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekrafpora Provinsi Gorontalo Supriyatno Kusnadi, mewakili Kepala Dinas Sultan Kalupe, menghadiri pembukaan Festival Bulalo Limutu 2026 di Limutu Ecolodge, kawasan Danau Limboto, Sabtu (10/10/2026).

Festival yang diselenggarakan Biodiversitas Gorontalo bersama Limutu Ecolodge tersebut mengusung tema “Satu Danau. Banyak Cerita. Danau, Kehidupan, dan Ingatan”.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat, komunitas, seniman, pelajar, akademisi, pegiat lingkungan, dan berbagai pihak untuk bersama-sama menghidupkan kembali cerita serta kepedulian terhadap keberlangsungan Danau Limboto.

Festival Bulalo Limutu 2026 dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026. Beragam agenda disiapkan, mulai dari kegiatan seni dan budaya, storytelling, fotografi, film, literasi lingkungan, citizen science, pengamatan burung (birdwatching), ekowisata, jurnalisme warga, hingga aksi lingkungan dan kolaborasi komunitas.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenali kembali kekayaan cerita rakyat, pengetahuan lokal, serta kearifan yang tumbuh di sekitar Danau Limboto.

Tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, festival ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem danau melalui aksi nyata. Supriyatno Kusnadi menilai, Festival Bulalo Limutu memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Menurutnya, perpaduan seni, budaya, lingkungan, dan partisipasi masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan kekayaan Gorontalo sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat.

“Danau Limboto bukan hanya bagian dari bentang alam Gorontalo, tetapi juga menyimpan cerita, tradisi, pengetahuan lokal, dan kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga. Festival seperti ini menjadi ruang kolaborasi untuk mengenalkan kekayaan tersebut sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dia menegaskan, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian alam dan budaya. Dengan pendekatan tersebut, potensi wisata tidak hanya memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang bagi komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat setempat untuk terlibat aktif serta memperoleh manfaat ekonomi.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci agar pengembangan pariwisata tidak berhenti pada promosi destinasi, tetapi turut memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan sosial.

Karena itu, Festival Bulalo Limutu diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas komunitas dalam menjaga Danau Limboto sekaligus mengangkat nilai-nilai lokal sebagai bagian dari daya tarik pariwisata Gorontalo.

Dukungan Disparekrafpora Provinsi Gorontalo terhadap festival ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertumpu pada kearifan lokal, kreativitas, dan keterlibatan masyarakat.

Dengan menghidupkan cerita tentang danau, festival ini mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menikmati keindahan Danau Limboto, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga warisan alam dan budaya Gorontalo agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (*)

Apa Komentar Anda?