Scroll untuk baca artikel
Gorontalo

Gubernur Gorontalo Tinjau Samsat Pohuwato, Tren PKB dan BBNKB Menguat, Optimisme PAD Meningkat

×

Gubernur Gorontalo Tinjau Samsat Pohuwato, Tren PKB dan BBNKB Menguat, Optimisme PAD Meningkat

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama rombongan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, Asisten Administrasi Umum, dan pimpinan OPD terkait melakukan kunjungan kerja ke Samsat P3D UPTD Kabupaten Pohuwato sebagai bagian dari agenda monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan serta realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam , jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, unsur Forkopimda, serta perwakilan dari yang diwakili oleh Kasatlantas AKP Tangahu. Hadir pula Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim , beserta jajaran.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung proses pelayanan kepada wajib pajak dan berdialog dengan petugas Samsat terkait strategi peningkatan kepatuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Samsat merupakan salah satu simpul strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pelayanan publik harus terus kita perbaiki. Ketika pelayanan cepat, transparan, dan akuntabel, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan kepatuhan pajak akan meningkat,” tegas Gubernur Gusnar Ismail, Jumat (27/2/2026).

Tren Penerimaan Menguat

Dalam pemaparannya, Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo Danial Ibrahim menyampaikan bahwa realisasi PKB dan BBNKB di Kabupaten Pohuwato menunjukkan tren yang semakin baik dan memiliki prospek positif hingga akhir tahun anggaran.

Menurut Danial, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Kepolisian, dan Jasa Raharja dalam penguatan layanan Samsat, termasuk optimalisasi digitalisasi pembayaran serta percepatan proses kendaraan baru agar segera terdaftar dan terlegalisasi.

“Alhamdulillah, realisasi PKB dan BBNKB di Pohuwato menunjukkan tren yang semakin baik. Ini adalah hasil kerja bersama. Ketika kolaborasi terbangun kuat, maka dampaknya nyata terhadap penerimaan daerah,” ujar Danial.

Ia menegaskan bahwa peningkatan ini bukan semata soal angka, melainkan indikator kesadaran fiskal masyarakat yang semakin membaik.

“Ini bukan hanya tentang target dan realisasi. Ini tentang membangun budaya taat pajak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama membangun Gorontalo.”
Dampak Langsung bagi Kabupaten/Kota
Danial juga mengingatkan bahwa optimalisasi PKB dan BBNKB memberikan manfaat langsung kepada Kabupaten/Kota melalui skema opsen sebesar 66 persen.

“Artinya, semakin tinggi kepatuhan wajib pajak, semakin besar pula kontribusinya terhadap pembangunan daerah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Ini adalah kepentingan bersama.”

Ia memastikan bahwa Bapenda akan terus mendorong inovasi pelayanan berbasis digital, pendekatan persuasif kepada wajib pajak, serta penguatan sistem pengawasan untuk menjaga tren positif ini tetap berkelanjutan.

Penutup Inspiratif

Menutup pernyataannya, Danial menyampaikan pesan reflektif dan optimistis.

“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat adalah bentuk gotong royong membangun daerah. Amanah ini harus kita kelola dengan penuh tanggung jawab. In Syaa Allah, dengan kerja keras dan sinergi yang tulus, tren positif ini akan terus meningkat dan membawa keberkahan bagi Gorontalo.”

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor serta menjaga momentum pertumbuhan penerimaan daerah di Kabupaten Pohuwato, sekaligus menjadi bagian dari strategi besar penguatan kemandirian fiskal Provinsi Gorontalo.

Apa Komentar Anda?