nusatimes.id – Dirintis dan akhirnya terbentuk di tiga masa kepemimpinan Gubernur, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akhirnya tidak lagi berdiri sendiri di penghujung tahun 2025.
Ya, informasi yang diperoleh awak media ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo terbentuk sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berdiri sendiri di awal tahun 2023. Pada waktu pembentukan tersebut, Provinsi Gorontalo dipimpin oleh tiga Gubernur.
Rusli Habibie sebagai Gubernur definitif yang masa jabatannya berakhir pada 12 Mei 2022. Kemudian dilanjutkan oleh Hamka Hendra Noer sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur setelah Rusli Habibie, dari Mei 2022 hingga Mei 2023. Dan
Ismail Pakaya kemudian menjabat sebagai Pj. Gubernur mulai Juni 2023.
Pembentukan Dispora terjadi selama periode transisi kepemimpinan, setelah sebelumnya bidang pemuda dan olahraga dilebur dalam Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora). Ismail Pakaya adalah penjabat gubernur yang melakukan rapat konsolidasi di Dispora tak lama setelah dinas tersebut resmi terbentuk.
“Secara tidak langsung, Dispora hanya kurang dari tiga tahun berdiri sendiri dan mandiri. Ini menjadi tanda tanya, apakah tidak ada dampak positif yang membuat Dispora tetap bertahan atau efek efisiensi anggaran yang memaksa peleburan Dispora dengan Dinas lain?,” tanya salah seorang warga pecinta olahraga saat dimintai tanggapannya, Jum’at (14/11/2025).
Tanggapan masyarakat dan Akademisi Olahraga.
Kabar akan rencana meleburkan beberapa OPD atau dinas dibawah pemerintah Provinsi Gorontalo termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo yang akan begabung dengan Dinas Pariwisata menuaireaksi publik olahraga.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), DR. Hartono Hadjarati dalam tanggapannya mengatakan dari sudut pandang akademisi lahirnya Dispora Provinsi diharapkan dapat menjadi mitra dalam memajukan olahraga daerah kedepan.
“Bagi kami akadimisi hanya berharap olahraga diperhatikan dan jadi suatu dinas yang bermanfaat untuk kemajuan daerah,” ujar Hartono, Jum’at (14/11/2025).
Namun jika kemudian kehebohan saat ini Dispora akan dilebur dengan Dinas Pariwisata, mungkin ada indikasi lain dari sudut pandang pemerintah yang memutuskan kedua dinas ini harus bergabung.
“Mungkin saja di mata pemerintah olahraga tidak memiliki nilai ekonomisnya, sebab itu menjadi suatu lembaga masih terobang abing oleh analisis sudut padang yang berbeda-beda hingga kemudian diperlukan untuk digabung keduanya,” lanjutnya.
Meski belum ada keputusan resmi atau semacam penetapan akan bergabungnya dua dinas tersebut, namun kabar ini langsung mendapat perhatian dari berbagai kalangan pemerhati olahraga di Gorontalo.
“Soal Dispora mau dilebur dengan dinas manapun itu haknya pemerintah provinsi, tapi jika melihat kebelakang kami menyangkan saja. Dispora ini belum genap tiga tahun pisah dari Dikbud, dan perjuangan untuk memisahkan diri juga bukan waktu yang singkat saya rasa,” pungkas sosok yang mengaku menyangkan jika benar Dispora akan dilebur dengan dinas lain tersebut. (*)






