Gorontalo – Dalam upaya memperkuat kontribusi nyata guru Nahdlatul Ulama (NU) terhadap dunia pendidikan, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Gorontalo menetapkan dua program unggulan sebagai prioritas gerak organisasi ke depan.
Penetapan ini disepakati dalam Rapat Kerja (Raker) Pergunu Kota Gorontalo yang digelar Sabtu, (5/07/2025) di Aula MTs Negeri 1 Kota Gorontalo. Raker tersebut berlangsung sejak pagi pukul 08.00 hingga 14.00 WITA dan diikuti oleh seluruh jajaran pengurus, ketua departemen, serta para tokoh pendidik NU se-Kota Gorontalo.
Adapun dua program unggulan yang dimaksud ialah, program Pertukaran Guru dan Pergunu Go to School. Dimana program Pertukaran Guru dirancang sebagai platform kolaborasi antar lembaga pendidikan, mempertemukan guru-guru dari berbagai madrasah dan sekolah untuk saling berbagi metode, wawasan, dan pengalaman dalam mengajar.
Sementara Pergunu Go to School merupakan program turun lapangan, di mana pengurus Pergunu akan hadir di sekolah-sekolah sebagai narasumber, pembina karakter, hingga motivator bagi pelajar.
Ketua Pergunu Kota Gorontalo, Sutarjo Paputungan, menyampaikan bahwa dua program tersebut bukan hanya hasil konsensus forum, melainkan jawaban konkret atas tantangan pendidikan saat ini.
“Setelah pemaparan dan pembahasan program dari setiap departemen, forum menyepakati dua program unggulan ini sebagai prioritas gerak kita. Ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Pergunu untuk hadir lebih aktif dalam merespons dinamika pendidikan, sekaligus memperluas dakwah nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan sekolah,” ujar Sutarjo.
Dijelaskan juga, Raker ini tak hanya menjadi ajang evaluasi dan perencanaan, tetapi juga penegasan posisi Pergunu sebagai organisasi strategis yang hadir menjawab problematika pendidikan dengan pendekatan spiritualitas, keilmuan, dan kebudayaan. Dengan semangat berkhidmat untuk pendidikan dan dakwah, Pergunu Kota Gorontalo kini menatap masa depan dengan langkah yang lebih terarah, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Sekretaris Pergunu Kota Gorontalo, Ovenly Utomo Silangen, menjelaskan bahwa kedua program ini merupakan hasil dialog partisipatif yang melibatkan semua elemen organisasi.
“Kami tidak ingin sekadar merancang program tanpa pijakan. Ini adalah hasil rembuk bersama yang mengedepankan kebutuhan nyata di lapangan. Harapannya, program ini bisa menjadi penghubung antara lembaga pendidikan dengan semangat pengabdian guru NU yang inklusif dan solutif,” jelas Ovenly.
Lebih lanjut, Ovenly mengatakan pentingnya membangun sinergi antar lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan NU maupun lembaga umum lainnya, dalam rangka menghadapi tantangan global seperti digitalisasi pendidikan, krisis karakter, dan penurunan literasi pelajar.
Ketua panitia kegiatan, Riski Mokodompit, memastikan bahwa hasil rapat kerja tidak akan berhenti pada tataran wacana, melainkan akan langsung diterjemahkan ke dalam langkah-langkah teknis yang dapat diukur dan dievaluasi.
“Kami akan segera menyusun peta jalan implementasi untuk memastikan program ini berjalan sesuai target. Ini adalah bentuk keseriusan kita dalam menjaga kesinambungan gerak organisasi,” pungkas Riski.







