nusatimes.id – Aktivitas latihan atlet di bawah naungan Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan. Bahkan, perhatian penuh diberikan langsung oleh Sultan Kalupe selaku Kepala Disparekrafpora.
Menurut Sultan, puasa bukan alasan untuk menurunkan ritme latihan. Justru sebaliknya, momentum ini harus menjadi ruang pembentukan mental juara bagi para atlet.
“Bulan puasa ini sejatinya menjadi wadah pengendalian diri. Disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab harus jadi motivasi untuk mencapai prestasi,” tegasnya, Kamis (26/02/2026).
Ia menilai, jika para atlet mampu menjalani ibadah dengan konsisten sekaligus tetap istiqomah berlatih, peluang meraih prestasi akan semakin terbuka. Mental kuat yang ditempa selama Ramadhan diyakini menjadi bekal penting saat kembali menghadapi kompetisi.
Tak hanya atlet, Sultan juga memberi pesan khusus kepada para pelatih. Ia meminta proses pembinaan tetap berjalan maksimal tanpa menjadikan puasa sebagai kendala.
“Saya yakin pelatih tetap profesional. Meski berpuasa, motivasi memberikan materi latihan harus tetap penuh semangat dan tanggung jawab,” ujarnya.
Dengan ritme latihan yang tetap terjaga, harapannya usai Ramadhan para atlet SPOBDA justru tampil lebih siap, baik secara fisik maupun mental. Targetnya jelas: semangat baru untuk mengejar prestasi sekaligus membawa nama daerah semakin bersinar di arena olahraga.
Gaya latihan boleh menyesuaikan, tapi ambisi juara tak boleh ikut turun. Di bulan penuh berkah ini, SPOBDA memilih tetap tancap gas. (*)






