nusatimes.id – Gairah sepak takraw Gorontalo makin panas! Pengprov PSTI Gorontalo tak sekadar bicara prestasi, tapi juga mengusung misi besar: menjaga harga diri daerah di panggung nasional.
Rakorprov yang dibuka Kadis Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe tersebut juga dihadiri wakil ketua KONI provinsi Gorontalo Ridwan Bobihoe, Kabid Olahraga Yusuf Lacuba, serta perwakilan pengurus PSTI kabupaten kota se Gorontalo.
Dalam sambutannya Sofyan Puhi menegaskan dengan nada tegas dan penuh semangat.
“Sepak takraw bukan hanya tentang prestasi, tetapi harga diri Gorontalo di mata nasional,” ujarnya.
Langkah konkret langsung digas! Sebelum RAKORPROV digelar, PSTI Gorontalo lebih dulu merapikan fondasi dengan melantik tiga pengurus cabang baru: Pohuwato, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara. Ini jadi sinyal jelas—takraw Gorontalo siap naik level!.
Di forum RAKORPROV, sejumlah poin krusial langsung dikunci: Sinkronisasi database atlet dan cabor demi sistem yang rapi dan terukur. Setiap kejuaraan wajib kantongi rekomendasi resmi dari Pengkab dan Pengprov sesuai levelnya.
Upgrade SDM wasit dan pelatih dari daerah hingga nasional—biar kualitas makin gacor!. Kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari U12, U15, hingga Senior, dengan sistem putaran dari kabupaten/kota ke provinsi.
Tak berhenti di wacana, eksekusi sudah di depan mata. Wakil Ketua Pengprov PSTI Gorontalo, Alex Maga, memastikan roda kompetisi segera berputar.
“Untuk pelaksanaan Kejuaraan U12, U15, dan Senior sudah ada arahan dari Ketua Umum. Tinggal ditindaklanjuti lewat Juknis dan akan mulai digelar tahun 2026 ini,” tegasnya.
Dengan sistem yang makin tertata dan kompetisi berjenjang, takraw Gorontalo jelas tak mau lagi jadi penonton. Targetnya satu: bangkit, bersaing, dan mengangkat nama daerah setinggi mungkin di pentas nasional!. (*)






