Scroll untuk baca artikel
bone bolangoPemda Bone Bolango

PCNU Bone Bolango Siapkan Hari Santri 2026, Safari Keagamaan Dilanjutkan

×

PCNU Bone Bolango Siapkan Hari Santri 2026, Safari Keagamaan Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id. (SUWAWA) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bone Bolango terus memperkuat program keagamaan sekaligus mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026.

Hal tersebut dibahas Ketua PCNU Bone Bolango Suleman Adadau saat melakukan silaturahmi dan koordinasi bersama Bupati Bone Bolango Ismet Mile di Ruang Kerja Bupati, Kamis (24/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, PCNU menyampaikan sejumlah agenda organisasi, termasuk persiapan Hari Santri Nasional yang akan diperingati pada 22 Oktober 2026. Selain itu, pembahasan juga mencakup keberlanjutan program PCNU untuk masa khidmat 2026–2031.

Suleman mengatakan, salah satu program yang akan terus dilanjutkan adalah Safari Ahlussunnah wal Jamaah yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai masjid di wilayah Bone Bolango.

“Pada periode pertama kami sudah melakukan Safari Ahlussunnah wal Jamaah di 189 masjid, termasuk Pinogu, Bulango Ulu dan Bone. Insyaallah ini akan tetap berlanjut di periode kedua kami,” ujar Suleman.

Menurutnya, pelaksanaan safari tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran PCNU di tengah masyarakat. Program itu tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga daerah yang memiliki akses cukup jauh.

Keberlanjutan Safari Ahlussunnah wal Jamaah diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara PCNU dengan masyarakat di berbagai wilayah Bone Bolango.

Selain menjalankan program internal organisasi, PCNU juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan.

“Kami terus mendukung pemerintah daerah, terutama dalam kegiatan-kegiatan keagamaan,” kata Suleman.

Sementara itu, Bupati Bone Bolango Ismet Mile menyambut baik silaturahmi dan koordinasi yang dilakukan PCNU. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pembinaan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

Pemerintah daerah juga membuka ruang koordinasi yang lebih erat dengan PCNU dalam pelaksanaan berbagai agenda keagamaan, termasuk persiapan Hari Santri Nasional 2026.

Ismet menilai kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas perlu terus didorong agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dengan adanya koordinasi antara PCNU dan pemerintah daerah, berbagai program keagamaan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Bone Bolango

Apa Komentar Anda?