nusatimes.id – Gubernur Gorontalo menerima audiensi atlet dan pelatih sepak takraw peraih medali ASEAN Games yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, bersama Kepala Bidang Olahraga, Yusuf Lacuba.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para atlet serta pelatih yang telah mengharumkan nama Indonesia, khususnya Provinsi Gorontalo, melalui prestasi di cabang olahraga sepak takraw pada ajang ASEAN Games. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti potensi atlet Gorontalo untuk bersaing di tingkat internasional.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut Gubernur turut menyoroti kontribusi atlet asal Gorontalo dalam tim sepak takraw Indonesia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam audiensi, atlet putra asal Gorontalo menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak dibandingkan daerah lain. Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah masing-masing menyumbangkan dua atlet, sedangkan daerah lainnya masing-masing satu atlet.
“Bapak Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan para atlet dan pelatih yang telah membawa nama Gorontalo di ajang ASEAN Games. Ini merupakan kebanggaan bagi daerah sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan olahraga, khususnya sepak takraw,” ujar Sultan Kalupe.
Sultan menjelaskan, Gubernur juga menanyakan pengalaman pelatih selama mendampingi tim dalam pertandingan. Coach Noldi Husain menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk meraih medali emas. Namun, keterbatasan waktu persiapan dan latihan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan sehingga tim Indonesia harus puas dengan medali perak.
Menurut Sultan, Gubernur menekankan agar perkembangan sepak takraw di Gorontalo tidak terputus. Kaderisasi atlet harus terus berjalan melalui pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari penjaringan bibit-bibit muda hingga pengembangan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Pesan Bapak Gubernur, sepak takraw Gorontalo harus terus berkembang. Jangan sampai pembinaan terputus. Kita perlu menyiapkan kader-kader baru agar tradisi dan prestasi Gorontalo di cabang olahraga ini tetap terjaga,” jelas Sultan menyampaikan hasil audiensi tersebut.
Selain membahas prestasi dan pembinaan, pertemuan itu juga menyinggung rencana masa depan para atlet. Sultan menyebutkan, beberapa atlet menyampaikan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sementara atlet lainnya berencana mengikuti seleksi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam waktu dekat.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa atlet juga memiliki cita-cita untuk mengembangkan diri di luar arena pertandingan. Karena itu, prestasi olahraga perlu berjalan beriringan dengan pengembangan pendidikan dan karier agar para atlet memiliki masa depan yang lebih luas.
Sultan menambahkan, para atlet peraih medali tersebut merupakan mantan atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) maupun Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Provinsi Gorontalo. Sementara itu, Coach Noldi Husain merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Disparekrafpora Provinsi Gorontalo sekaligus pelatih di SPOBDA.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan yang telah dijalani para atlet menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga mampu tampil di ajang internasional. Karena itu, pembinaan harus terus dilanjutkan dan diperkuat agar semakin banyak atlet Gorontalo yang mampu meraih prestasi,” tutup Sultan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Disparekrafpora diharapkan terus memperkuat sinergi dalam pembinaan olahraga, menjaga keberlanjutan regenerasi atlet, serta mendukung pengembangan potensi atlet sepak takraw agar mampu kembali mengharumkan nama daerah dan Indonesia di berbagai ajang kompetisi.






