Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloMIN 1 Kota Gorontalo

Kepala MIN 1 Kota Ikuti Rakor Implementasi Asta Protas dan Pelantikan Pengurus FKM Provinsi Gorontalo

×

Kepala MIN 1 Kota Ikuti Rakor Implementasi Asta Protas dan Pelantikan Pengurus FKM Provinsi Gorontalo

Sebarkan artikel ini

Nusatimes.id – Kepala Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Gorontalo, Sutarjo Paputungan mengikuti Rapat Koordinasi Implementasi Asta Protas sekaligus Pelantikan Pengurus Forum Kepala Madrasah Provinsi Gorontalo, pada tanggal 12-13 Agustus 2025 yang bertempat di Villa Kencana, Kabupaten Bualemo.

Usai pelantikan, Sutarjo Paputungan menyampaikan dukungannya terhadap implementasi Asta Protas yang menjadi program prioritas Kementerian Agama dan juga sebagai fondasi transformasi madrasah dan implementasi Asta Cita Presiden.

“Kami tentu sangat mendukung implementasi Asta Protas yang menjadi program prioritas Kementerian Agama,” ujar Sutarjo.

Sebelumnya, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad.

Dalam sambutannya, ia memaparkan secara singkat beberapa poin Asta Protas, di antaranya yang pertama, Kerukunan Umat Beragama dan Cinta Kemanusiaan: Madrasah harus menjadi pusat pembelajaran toleransi sejak dini. Ia mencontohkan bagaimana pesantren bisa menerima santri non-Muslim dengan pendekatan dakwah yang santun tanpa paksaan.

Kedua, Ekoteologis: Gerakan menjaga kebersihan dan keindahan rumah ibadah lintas agama, seperti melalui program GEMBIRA (Gerakan Bersih Indah dan Nyaman Rumah Ibadah) yang digagasnya.

Ketiga, Layanan Keagamaan Berdampak: Pelayanan publik Kemenag harus terasa manfaatnya bagi masyarakat, dengan hasil yang bisa diukur dan dipublikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban ASN.

Keempat, Peningkatan Pendidikan Agama dan Keagamaan: Tidak berhenti pada jumlah siswa atau guru yang banyak, tetapi terus berinovasi dan berprestasi.

Kaswad menekankan bahwa program ekoteologis bukan sekadar membersihkan rumah ibadah, tetapi bagian dari spiritualisasi lingkungan.

“Rumah ibadah adalah rumah Tuhan, maka kebersihan dan kenyamanannya harus menjadi prioritas, bahkan lebih baik daripada kebersihan rumah pribadi kita,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan agama, Kakanwil mengingatkan bahwa madrasah negeri di Gorontalo sudah berkembang pesat, namun tidak boleh berhenti berinovasi.

“Jumlah siswa banyak, guru cukup, pendaftar membludak, itu bagus. Tapi kepala madrasah harus terus mencari terobosan. Jangan berhenti sampai merasa ‘finish’. Tugas kita adalah melompat lebih jauh,” pesan Kakanwil.

Sebagai salah satu Madrasah dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, MIN 1 Kota Gorontalo dalam hal ini Sutarjo Paputungan menyampaikan komitmennya untuk selaras dengan apa yang sudah disampaikan oleh Kakanwil.

Apa Komentar Anda?