Nusatimes.id (KOTA GORONTALO) — Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) 1 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Q Hotel Kota Gorontalo pada Senin (5/10/2026). Kegiatan strategis ini mengusung agenda utama penyepakatan delineasi wilayah perencanaan serta penjaringan isu kewilayahan RDTR di Kabupaten Bone Bolango.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bone Bolango, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Turut hadir perwakilan instansi vertikal seperti Kanwil BPN, Balai Wilayah Sungai (BWS) II, Balai Jalan Gorontalo, dan Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo, serta Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah 1 Kementerian ATR/BPN yang terhubung secara daring.
Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Ismet Mile menegaskan bahwa penyusunan RDTR merupakan langkah mutlak yang harus menjadi pijakan utama seluruh program pembangunan daerah, baik secara makro maupun mikro. Setiap pemanfaatan ruang dan pengalokasian anggaran daerah diwajibkan berpatokan pada RDTR agar program kerja antar-OPD saling terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
”RDTR ini betul-betul harus kita masukkan dalam setiap kegiatan kita. Semua program pembangunan harus dikorelasikan dengan RDTR agar arah kegiatan pembangunan di Kabupaten Bone Bolango ini dapat mempercepat terciptanya stabilitas daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ismet Mile.
Bupati Ismet Mile juga menyoroti pentingnya penataan tata ruang yang ketat untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian produktif demi menjaga ketahanan pangan daerah. Beliau menginstruksikan seluruh pimpinan OPD agar menguji coba setiap usulan program pembangunan dan menyelaraskannya dengan RDTR. Hal ini menjadi krusial mengingat penyusunan APBD Tahun 2027 mendatang akan menjadikan dokumen RDTR sebagai acuan dasar.
Di samping penataan ruang, Ismet Mile menekankan agar jajaran birokrasi terus meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan disiplin kerja dengan fokus utama pada percepatan penurunan angka kemiskinan serta penanganan stunting di Bone Bolango. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo terkait rencana peralihan sektor pertambangan dari tahap eksplorasi menuju eksploitasi pada tahun 2027 mendatang untuk menopang perekonomian dan pendapatan daerah.
Kegiatan FGD 1 RDTR yang menghadirkan tim penyusun, tim supervisi KLHS, dan para pakar tata ruang ini diharapkan dapat memberikan pemahaman teknis yang mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan demi kelancaran dan ketepatan implementasi RDTR di Kabupaten Bone Bolango.












