Scroll untuk baca artikel
GorontaloNasionalNusantaraOlahraga

Bukan Cuma Adu Kuat di Lintasan, GHM 2026 Bidik Ekonomi Gorontalo!

×

Bukan Cuma Adu Kuat di Lintasan, GHM 2026 Bidik Ekonomi Gorontalo!

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 tak ingin hanya menjadi panggung adu stamina para pelari. Lebih dari itu, ajang ini diproyeksikan menjadi mesin promosi pariwisata sekaligus peluang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Untuk mewujudkan target tersebut, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo mulai memperkuat barisan. Bank Indonesia menjadi salah satu mitra yang diajak bersinergi dalam menyukseskan event yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 Desember 2026.

Kepala Disparekrafpora Gorontalo, Sultan Kalupe, bersama tim panitia GHM 2026 melakukan rapat koordinasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dan dukungan untuk memastikan GHM 2026 berjalan sukses serta memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah.

Respons yang diberikan Bank Indonesia pun menjadi kabar menggembirakan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mendukung penyelenggaraan GHM 2026.

Bagi panitia, sinergi ini penting untuk memperkuat konsep sport tourism. Sebab, event olahraga modern tak hanya berbicara tentang jumlah peserta, rute lomba, dan siapa yang tercepat mencapai finis. Ada peluang besar untuk memperkenalkan destinasi wisata, menghidupkan usaha lokal, serta meningkatkan aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan.

Sultan Kalupe menyambut positif keterbukaan Bank Indonesia untuk membangun kerja sama tersebut.

“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga kegiatan ini tidak hanya mendorong budaya hidup sehat, tetapi juga memperkenalkan potensi pariwisata Gorontalo dan memberikan dampak positif bagi UMKM serta perekonomian masyarakat,” kata Sultan.

Harapan itu menjadi salah satu sasaran penting GHM 2026. Kehadiran pelari dan pengunjung berpotensi membuka kesempatan bagi pelaku UMKM serta sektor pariwisata untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka.

Dengan demikian, semangat berlari diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi. Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang agar manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Sultan menambahkan, penyelenggaraan GHM 2026 sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk mendorong pengembangan pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperluas keterlibatan berbagai sektor dalam pembangunan daerah.

Mengusung tema “Run with the Journey”, GHM 2026 akan mempertandingkan tiga kategori, yakni 5K, 10K, dan 21K. Ketiga kategori tersebut diharapkan mampu menarik minat peserta dengan tingkat kemampuan dan target lari yang beragam.

Bagi Gorontalo, GHM bukan semata-mata soal siapa yang paling cepat menuntaskan lintasan. Ajang ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi daerah kepada peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah.

Karena itu, kolaborasi Disparekrafpora, panitia, Bank Indonesia, serta berbagai mitra lainnya menjadi bagian penting dari persiapan menuju hari perlombaan. Target akhirnya bukan hanya sukses penyelenggaraan. GHM 2026 diharapkan mampu memperkuat citra Gorontalo sebagai destinasi sport tourism, mendorong budaya hidup sehat, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Enam Desember 2026 bakal menjadi panggung pembuktian. Dari lintasan lari hingga geliat UMKM, setiap momentum diharapkan memberi nilai tambah bagi Gorontalo. Sebab, ketika olahraga bergerak, pariwisata dan ekonomi daerah pun diharapkan ikut berlari kencang. (*)

Apa Komentar Anda?