nusatimes.id – Ajang karate terbesar di Gorontalo mulai memasuki tahap pematangan. Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Gorontalo yang memperebutkan Trofi Gubernur Gorontalo ditargetkan mampu menggaet sedikitnya 500 atlet dari berbagai perguruan karate se-Gorontalo.
Ketua Panitia Kejurda FORKI Gorontalo, Adam Dumbi, mengatakan persiapan terus dikebut setelah panitia melakukan pertemuan dengan jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo.
Dalam rapat finalisasi persiapan yang dipimpin Ketua FORKI Gorontalo, Danial Ibrahim, sekertaris Ferdinan Mayulu, bendahara Mohamad Zein Mooduto, dan sejumlah pengurus seperti Binpres Ricky Dama, Perwasitan Hariyono Paera tersebut, panitia membahas sejumlah kebutuhan penting, mulai dari dukungan anggaran, sponsor, promosi hingga kesiapan teknis pertandingan.
“Yang pertama memang pembuatan flyer. Yang kedua proposal untuk kegiatan. Proposal ini sudah mengatur semua, termasuk SOP dan tata tertib pelaksanaan kegiatan,” kata Adam.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sudah mulai terlihat. Disparekrafpora Gorontalo memberikan dukungan untuk kebutuhan sewa tempat serta bonus pertandingan.
Dari anggaran yang tersedia, sekitar Rp25 juta dialokasikan untuk bonus dan sewa gedung. Rinciannya, Rp10 juta untuk bonus dan sekitar Rp15 juta untuk kebutuhan gedung.
“Untuk yang lain-lain, mungkin kita akan tampil dari uang pendaftaran, kemudian sponsor-sponsor. Terutama BUMN dan beberapa perusahaan yang ada di daerah,” ujarnya.
Panitia kini bergerak mencari dukungan tambahan dari sponsor agar seluruh kebutuhan Kejurda dapat terpenuhi. Sejumlah perusahaan menjadi sasaran penjajakan kerja sama.
Adam menyebut target peserta yang dipasang cukup besar. Sedikitnya 500 atlet diharapkan ambil bagian dalam Kejurda tersebut. Tak hanya atlet, panitia juga memperkirakan akan ada sekitar 150 pelatih dan ofisial, 50 pengurus, 15 wasit dan juri, serta 100 undangan.
Dengan komposisi tersebut, jumlah orang yang terlibat dalam hajatan karate ini diperkirakan cukup besar.
“Kalau di proposal, jumlah atlet diperkirakan 500, pelatih dan ofisial 150, pengurus 50, wasit dan juri 15, serta undangan 100,” jelas Adam.
Sementara itu Ketua FORKI Gorontalo, Danial Ibrahim, menegaskan rapat finalisasi dilakukan untuk memastikan seluruh item kegiatan benar-benar matang sebelum proposal dukungan dan sosialisasi disebarkan.
Menurut Danial, rangkaian kegiatan terdiri dari tiga agenda utama, yakni Kejurda, pelantikan, dan rapat kerja. Namun, berdasarkan rundown yang disiapkan panitia, Kejurda menjadi agenda utama yang digelar terlebih dahulu pada 23 hingga 25 Oktober.
“Kalau dilihat dari rundown kegiatan yang ada di proposal, berarti duluan Kejurda. Kejurda mulai tanggal 23 sampai 25. Itu yang kita pastikan malam ini,” ujar Danial.
FORKI Gorontalo juga mulai menyiapkan strategi sosialisasi. Setelah seluruh jadwal final, panitia akan mendistribusikan proposal kepada calon sponsor sekaligus menggencarkan promosi kepada calon peserta.
Sosialisasi rencananya dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media radio dan media lokal.
“Mulai akhir Agustus sudah mulai kita sosialisasi. Kita bisa melalui RRI, dialog, dan media lainnya,” kata Danial.
Selain mengejar jumlah peserta, panitia juga harus memastikan kuota pertandingan. Hal ini penting agar seluruh kebutuhan atlet, mulai dari fasilitas hingga hak-hak peserta, dapat dipenuhi secara maksimal.
Di sisi lain, FORKI Gorontalo juga akan segera berkomunikasi dengan pengurus FORKI kabupaten/kota. Pasalnya, terdapat sejumlah kepengurusan FORKI kabupaten/kota yang masa jabatannya telah berakhir. Panitia berharap kondisi tersebut tidak mengganggu partisipasi atlet dan perguruan karate dalam Kejurda.
Agenda lain yang mulai disiapkan adalah kehadiran Ketua Umum PB FORKI. Danial meminta surat undangan segera dikirim agar agenda kehadiran pimpinan organisasi karate nasional tersebut dapat disesuaikan dengan jadwal.
“Kita berharap Ketua Umum yang datang. Kalau boleh, hari Senin kita sudah menyurat secara resmi untuk memohon kehadiran beliau,” tegasnya.
Kejurda FORKI Gorontalo tahun ini pun diproyeksikan bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Turnamen tersebut menjadi panggung bagi karateka terbaik daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.
Dengan target 500 atlet dan perebutan Trofi Gubernur Gorontalo, pertarungan di atas tatami dipastikan bakal berlangsung sengit. (*)






