nusatimes.id – PSSI Gorontalo langsung bergerak menindaklanjuti hasil Kongres Biasa PSSI 2026.
Ketua PSSI Gorontalo, Lahmudin Hambali, bersama Sekjen Alan Wungguli dan jajaran pengurus menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah agenda penting hasil kongres yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Sejumlah keputusan strategis menjadi perhatian PSSI Gorontalo. Salah satunya perubahan jadwal Kongres Biasa PSSI untuk memilih Ketua Umum baru.
Kongres yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Mei 2027 kini diundur menjadi Juli 2027.
Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan agar agenda pemilihan dapat berlangsung setelah kompetisi liga berakhir pada Juni 2027. Dengan begitu, Komite Pemilihan memiliki waktu untuk mempersiapkan seluruh tahapan pemilihan.
Selain soal kongres, juga membahas masa depan Timnas Indonesia.
PSSI mendapat arahan Presiden Prabowo untuk menyiapkan blueprint Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Peta jalan tersebut diharapkan menjadi panduan pengembangan sepak bola nasional secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Bagi kami PSSI Gorontalo, agenda tersebut menjadi bagian penting yang perlu dikawal hingga ke tingkat daerah,” ujar Lahmudin.
Penguatan peran PSSI Provinsi juga menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dalam kongres. Koordinasi antara PSSI pusat dan PSSI daerah bakal semakin diperkuat untuk mendukung pengembangan sepak bola di daerah.
Tak hanya agenda organisasi, kongres juga membahas perubahan identitas sejumlah klub peserta kompetisi. Beberapa klub mengajukan perubahan nama maupun domisili.
Jajaran PSSI Gorontalo pun membahas seluruh poin tersebut sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut organisasi.
Pertemuan Lahmudin Hambali bersama jajaran pengurus menjadi langkah awal untuk memastikan keputusan kongres tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi turut dipahami dan diterapkan di daerah.
“Dengan agenda besar menuju 2030, sepak bola Gorontalo dituntut ikut mengambil peran. Pembinaan pemain, kompetisi daerah, hingga penguatan organisasi menjadi bagian penting untuk menyambut arah baru sepak bola nasional,” jelas Lahmudin. (*)






