nusatimes.id – Tahun 2025 ini Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus melahirkan terobosan baru diantaranya secara resmi meluncurkan akademi sepakbola, Damhil Soccer School (DSS). Pasalnya DSS ini didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan bakat muda pesepakbola di Gorontalo.
Dalam sebuah dialog interaktif oleh salah satu siaran radio Gorontalo, terungkap bahwa DSS ini merupakan bagian dari komitmen UNG dalam membina generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga.
Prof. Dr. Eduard Wolok, S.T., M.T, Rektor UNG sebagai salah satu narasumber dialog menyampaikan pembentukan Damhil Soccer School adalah langkah strategis universitas dalam mendukung pembinaan atlet usia dini di Gorontalo.
“Kami ingin menjadikan UNG bukan hanya sebagai pusat pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta muda, termasuk dalam dunia olahraga. Damhil Soccer School menjadi wadah untuk mengasah bakat, kedisiplinan, dan semangat sportivitas sejak dini,” ujar Prof. Eduard pada Dialog RRI Gorontalo, Jum’at (09/05/2025).
Lanjut, Prof. Eduard akademi ini akan melibatkan pelatih berpengalaman serta memanfaatkan fasilitas olahraga yang dimiliki UNG untuk memastikan proses pelatihan berjalan optimal.
“Saat ini kita punya Pasilitas olahraga yang berstandar Nasional bahkan untuk ukuran lapangan sepak bola di UNG itu standar Internasional dan dari sisi SDM juga kami sudah memadai kami miliki pelatih yang berlisensi nasional sehingga ini yang kita optimalkan untuk melahirkan generasi yang berprestasi khususnya di sektor olahraga sepak bola”tutur Edward Wolok yang juga sebagai pembina Damhil Soccer School.
“kedepan kita akan kembangkan lagi pada Cabor lain Seperti tenis, Basket,Volly bahkan sepak Takraw dan intinya kita hadir memberikan ruang kepada generasi muda yang memiliki bakat bidang olahraga untuk berkarir lebih baik dan UNG hadir untuk mempasilitasi”tambah Rektor.
Sementara itu Direktur DSS Dr. Hartono Hajarati menyampaikan dukungan masyarakat sangat penting guna keberlanjutan Proses pembinaan atlet. Menurutnya UNG sebagai pengelola tetapi DSS ini merupakan merupakan milik masyarakat, diperuntukan untuk masyarakat bersama membina atlet Usia Dini.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu mencetak atlet sepak bola berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hartono.
Dalam proses pembinaan DSS akan menerapkan kurikulum yang menggabungkan materi pendidikan formal dengan pelatihan yang dan menjadi pedoman bagi pelatih. Dan untuk proses seleksi peserta akan dilakukan secara terbuka dan profesional, dengan mempertimbangkan aspek akademik.
“Nantinya dalam pelaksanaan pembinaan kami tampil beda, salah satunya metode pelatihan kami menggunakan kurikulum yang akan menjadi pedoman bagi pelatih dalam melaksanakan proses latihan”, tambahnya. (*)












