Scroll untuk baca artikel
GorontaloNasionalNusantaraOlahraga

Modal Nekat, Petinju Gorontalo Siap Gebrak Kejurnas 2026!

×

Modal Nekat, Petinju Gorontalo Siap Gebrak Kejurnas 2026!

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Keterbatasan anggaran tak boleh membuat nyali ciut! Itulah semangat yang dibawa kontingen tinju Gorontalo saat bersiap menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju 2026 di Jakarta.

Dengan bekal kemandirian dan tekad untuk mengharumkan nama daerah, dua atlet tinju Gorontalo siap berjuang di atas ring. Perjalanan menuju kejuaraan memang tak mudah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, dukungan pemerintah belum dapat diwujudkan dalam bentuk pembiayaan.

Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak menggerus semangat para petinju untuk tampil maksimal dan membuktikan kemampuan mereka di level nasional. Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Romi Moge, turut hadir dalam acara pelepasan atlet tinju yang akan berlaga di Kejurnas 2026.

“Keterbatasan yang dihadapi para atlet tidak menjadi penghalang untuk tetap berjuang. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi pemacu semangat untuk memberikan penampilan terbaik saat menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah. Perjuangan yang dimulai dengan kemandirian tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa tekad dan keberanian tetap menjadi modal penting dalam olahraga prestasi,” harap Romi.

Acara pelepasan kontingen itu juga dihadiri Sekretaris Pertina Gorontalo, Herry Jagaritu, serta sejumlah pengurus Pertina Provinsi Gorontalo.

 

 

Pertina Tak Mau Absen

Ketua Pertina Provinsi Gorontalo, Suryadi Antule, mengakui bahwa kondisi keuangan daerah yang masih dalam masa efisiensi menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan olahraga, termasuk cabang tinju. Meski begitu, Pertina Gorontalo memilih tetap mengambil bagian dalam Kejurnas 2026. Keterbatasan anggaran tak lantas membuat organisasi tersebut mengurungkan niat untuk mengirimkan atlet ke ajang nasional.

Suryadi memahami situasi yang sedang dihadapi pemerintah daerah. Karena itu, Pertina berupaya mencari jalan agar atlet Gorontalo tetap bisa tampil dan mendapatkan kesempatan mengukur kemampuan di level nasional. Baginya, keikutsertaan dalam Kejurnas bukan sekadar mengejar hasil pertandingan. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman, menguji mental bertanding, serta melihat sejauh mana kemampuan mereka bersaing dengan petinju dari daerah lain.

Harapan besar pun disematkan kepada dua atlet yang diutus. Keduanya diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik sekaligus menjaga nama baik Provinsi Gorontalo di arena pertandingan. Kini, tantangan sudah menanti di Jakarta. Dengan segala keterbatasan yang ada, para petinju Gorontalo dituntut menjawabnya lewat keberanian, disiplin, dan perjuangan di atas ring.

Dukungan moral dari pemerintah dan pengurus Pertina menjadi suntikan motivasi agar kedua atlet tidak merasa berjalan sendirian. Sebab, dalam olahraga tinju, keterbatasan di luar ring tidak boleh mengalahkan semangat untuk bertarung saat lonceng pertandingan berbunyi. Gorontalo pun berharap perjuangan mandiri ini berbuah hasil positif dan menjadi pijakan bagi pembinaan tinju daerah untuk terus berkembang di masa mendatang. (*)

Apa Komentar Anda?