Scroll untuk baca artikel
Dispora ProvinsiOlahragasepak takraw

PSTI Gorontalo Road to School’s, Coaching Clinic Pemasalan Sepak Takraw

×

PSTI Gorontalo Road to School’s, Coaching Clinic Pemasalan Sepak Takraw

Sebarkan artikel ini

sepnusatimes.id – Pengprov PSTI Gorontalo terus berupaya mencari solusi pembinaan jangka panjang olahraga sepak takraw yang terus diperhadapkan dengan tantangan besar. Nama besar sepak takraw Gorontalo juga menjadi pertimbangan serius dalam meneruskan pembinaan prestasi olahraga unggulan di Gorontalo tersebut.

Pemasalan sepak takraw di sekolah dasar menjadi salah satu program yang dicetuskan Ketua Pengprov PSTI Gorontalo, H. Sofyan Puhi demi keberlanjutan pembinaan prestasi sepak takraw Gorontalo. Kabid Binpres Pengprov PSTI Gorontalo, Noldi Husai mengatakan, pembinaan harus dimulai sejak usia dini jika ingin menggapai prestasi gemilang kedepannya.

“Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang sepak takraw pada siswa, serta kurangnya guru yang menguasai materi sepak takraw untuk diajarkan kepada siswa. Hal ini mengakibatkan kemampuan kognitif dan praktik siswa yang rendah dalam permainan sepak takraw,” kata Noldi Suleman, Kamis (8/5/2025).

Mantan pelatih timnas putri sepak takraw Indonesia tersebut, giat road to schools and coaching clinic ini dilaksanakan perdana khusus untuk pemassalan sepak takraw pada siswa-siswi SD. Sasarannya, untuk mengetahui dan mencintai olahraga sepak takraw. Dengan membuat siswa-siswi menyukai dan menjadi berminat maka dalam coaching clinic ini telah memodifikasi bola takraw dengan balon dan bola plastik kecil yang digunakan pada saat pelaksanaan Teknik Dasar.

“Tujuan coaching clinic ini ada tiga hal utama yang kita harapkan, pertama guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa, kdua meningkatkan kinerja dan produktivitas. Dan ketiga yakni sebagai sarana mengembangkan potensi dan kemampuan para siswa-siswi,” jelasnya.

Terakhir tambah sosok yang juga mantan atlet sepak takraw dengan posisi tekong tersebut, pentingnya pembinaan dan pembelajaran atlet usia dini. Dimana untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan pembinaan dan pembelajaran sepak takraw yang lebih intensif dan komprehensif di sekolah dasar.

“Modifikasi permainan sepak takraw adalah salah satu cara menarik minat anak-anak. Hal ini dapat dilakukan untuk membuatnya lebih menarik dan mudah dimengerti oleh siswa SD, sehingga mereka lebih tertarik untuk belajar dan memainkannya. Selain itu tentunya sosialisasi dan promosi tentang sepak takraw kepada siswa, guru, dan orang tua dapat meningkatkan minat dan kesadaran akan pentingnya olahraga ini,” ungkapnya.

“Dengan upaya yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan sepak takraw dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati dan dikuasai oleh siswa SD, sehingga dapat meningkatkan kemampuan fisik, mental, dan sosial mereka,” harapnya. (*)

 

Apa Komentar Anda?