nusatimes.id – Kabar membanggakan datang dari dunia kepemudaan Provinsi Gorontalo. Hanafia Dwi Yanti, lulusan Statistika Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berhasil lolos seleksi tingkat nasional untuk mengikuti program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) di Australia.
Hanafia menjadi satu-satunya perwakilan Gorontalo yang berhasil lolos seleksi nasional dari 38 provinsi di Indonesia. Prestasi tersebut membuka kesempatan bagi dirinya untuk membawa nama daerah sekaligus memperkenalkan potensi dan budaya Gorontalo di kancah internasional.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyampaikan kabar tersebut saat melaporkan sejumlah agenda kepemudaan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo. Dalam laporan itu, Sultan juga menyampaikan perkembangan persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi Gorontalo serta rencana keberangkatan peserta program pertukaran pemuda ke Australia.
Hanafia dijadwalkan diberangkatkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 3 November hingga 5 Desember 2026. Keikutsertaan Hanafia dalam program tersebut menjadi momentum penting bagi pemuda Gorontalo untuk menunjukkan kapasitas dan daya saing di tingkat internasional.
Program pertukaran pemuda tidak sekadar menjadi ajang mengenal budaya negara lain. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring lintas negara, serta memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Gorontalo. Lolosnya Hanafia di tengah persaingan peserta dari berbagai provinsi juga menjadi catatan positif bagi pengembangan sumber daya manusia muda di Gorontalo.
Diharapkan, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program di Australia dapat menjadi bekal berharga bagi Hanafia untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya agar berani mengambil peluang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)






