nusatimes.id – Tiga pelatih pencak silat binaan SPOBDA Gorontalo mendapat kesempatan unjuk kompetensi di level lebih tinggi. Mereka dikirim Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Gorontalo untuk mengikuti seleksi program Road to Olympic di Manado, Sulawesi Utara.
Seleksi digelar dalam bentuk wawancara. Para pelatih dari berbagai daerah mengikuti sesi satu lawan satu dengan tim asesor untuk menguji kompetensi dan kesiapan mereka dalam menangani atlet berprestasi.
Tiga pelatih asal Gorontalo tersebut merupakan pelatih yang selama ini melakukan pembinaan di SPOBDA. Pengalaman mereka dalam membina atlet menjadi modal penting untuk bersaing dalam seleksi tersebut. Pelatih pencak silat Gorontalo, Dedy Punu, mengatakan keikutsertaan tiga pelatih SPOBDA menjadi kesempatan penting untuk membuktikan kualitas sumber daya manusia pencak silat Gorontalo.
“Ini kesempatan bagi pelatih-pelatih kita untuk menunjukkan kemampuan. Mudah-mudahan mereka bisa lolos dan melangkah ke level yang lebih tinggi,” kata Dedy, Jum’at (4/9/2026).
Menurutnya, program Road to Olympic bukan sekadar seleksi biasa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan pelatih berkualitas yang nantinya diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi dari level nasional hingga panggung Olimpiade.
Keikutsertaan tiga pelatih Gorontalo juga mendapat apresiasi dari jajaran IPSI Provinsi Gorontalo. SPOBDA dinilai telah memberikan kontribusi terhadap lahirnya pelatih-pelatih yang memiliki pengalaman dalam pembinaan atlet pencak silat.
“Kami bangga tiga pelatih dari SPOBDA Gorontalo bisa ikut seleksi ini. Ini bukti pembinaan kita berjalan. Harapannya mereka lolos dan bisa membawa nama Gorontalo ke kancah yang lebih tinggi,” ujar Ketua IPSI Provinsi Gorontalo.
Bagi pencak silat Gorontalo, seleksi ini menjadi momentum penting. Bukan hanya atlet yang harus dipoles, tetapi kualitas pelatih juga menjadi kunci untuk membangun prestasi secara berkelanjutan. Kini, tiga pelatih SPOBDA Gorontalo tinggal menunggu hasil seleksi. Jika berhasil lolos, mereka berpeluang menjadi bagian dari program pembinaan yang mengusung misi besar: membawa pencak silat menuju panggung Olimpiade. (*)






