Scroll untuk baca artikel
Olahraga

PSAWI Gorontalo Gaspol! Bidik Bibit Baru, Incar Event Nasional hingga Internasional

×

PSAWI Gorontalo Gaspol! Bidik Bibit Baru, Incar Event Nasional hingga Internasional

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Olahraga ski air di Gorontalo mulai menemukan momentum. Pengurus Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Gorontalo yang baru terbentuk langsung memasang target besar: membangun pembinaan atlet dari daerah sekaligus menjadikan olahraga air sebagai magnet sport tourism.

Ketua Umum PSAWI Gorontalo Hamzah Idrus menegaskan, organisasi tidak ingin sekadar hadir di atas kertas. Program pembinaan harus benar-benar menyentuh lapangan, terutama dalam menemukan dan mencetak atlet muda Gorontalo. Hamzah mengaku punya semangat besar untuk mengulang kejayaan olahraga air Gorontalo yang pernah mampu menyumbangkan medali.

“Kita ingin juga mengulang itu. Saya sendiri ingin melakukan itu,” ujar Hamzah, Selasa (1/9/2026).

Namun, ia menilai pengelolaan anggaran harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui hibah harus memiliki skema yang jelas, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hamzah bahkan mengaku sempat menyiapkan dukungan pribadi sekitar Rp100 juta. Namun, rencana tersebut ditahan sementara sembari mencari formula pengelolaan yang aman.

“Bagaimana kalau ada hibah dari provinsi, penggunaannya agar aman, safety untuk kita semua. Dari sekecil rupiah berapa pun, bisa kita pertanggungjawabkan dan transparan,” tegasnya.

Bagi Hamzah, anggaran ibarat keran air. Ketika keran dibuka, alirannya harus diarahkan ke sasaran yang tepat, bukan justru menjadi masalah.

“Jangan sampai kita putar keran, malah kita yang basah. Kita mau bagaimana hasil dari air ini betul-betul mengalir ke titik-titik sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Karena itu, PSAWI Gorontalo akan menyusun formula pembinaan yang memungkinkan anggaran benar-benar digunakan untuk mencari bibit unggul, membina, dan melatih calon atlet ski air, wakeboard maupun cabang olahraga air lainnya. Targetnya tidak tanggung-tanggung. Atlet-atlet muda Gorontalo diharapkan mampu tampil di level daerah, nasional, bahkan internasional.

Danau dan Laut Jadi Modal Besar

Potensi venue menjadi modal penting. Kepala Dispora Kabupaten Bone Bolango Yamin Abas menyebut daerahnya memiliki lokasi yang sangat potensial untuk pengembangan olahraga ski air. Ada Danau Perintis dan kawasan pesisir yang membentang luas dari Molotabu hingga Bone Pesisir.

“Kami punya tempat. Yang satu di danau, dan yang satu lagi yang paling luas adalah bibir pantai,” kata Yamin.

Menurut Yamin, olahraga ski air bukan hanya soal prestasi. Ada peluang besar menggabungkannya dengan sektor pariwisata. Berbagai persiapan bahkan pernah dilakukan untuk menggelar kegiatan di kawasan danau. Mulai dari lokasi pendaratan, pembersihan area perairan, hingga fasilitas pendukung seperti ruang ganti dan kamar mandi.

Yamin juga menyebut sejumlah lokasi alternatif yang bisa dikembangkan, termasuk Molotabu dan Kulinai. Bahkan tersedia dua unit jet ski yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan. Kendati demikian, Yamin mengingatkan satu hal penting: pembinaan atlet lokal harus menjadi prioritas.

“Yang kita utamakan adalah mencari bibit-bibit baru. Kita harus menemukan putra daerah yang ada di sini dan bisa berlatih di tempat kita,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan tidak bisa berjalan tanpa kompetisi. Karena itu, PSAWI perlu segera menentukan apakah program awal diarahkan pada penjaringan atlet atau langsung menggelar event sebagai pintu masuk mencari talenta.

Bidik Event Nasional 2027

Sementara itu, Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe melihat ski air sebagai salah satu olahraga yang sangat potensial dikembangkan menjadi produk sport tourism. Sultan bahkan sudah membayangkan Gorontalo menjadi tuan rumah event ski air berskala nasional maupun internasional.

Menurutnya, peminat ski air cukup besar, termasuk dari kalangan yang memiliki daya beli tinggi. Kehadiran peserta dari luar daerah akan memberikan efek berganda bagi pariwisata Gorontalo.

“Mereka yang datang tentu tidak hanya satu malam. Bisa sampai lima malam. Ini sebenarnya kesempatan,” kata Sultan.

Karena itu, ia mendorong pengurus PSAWI mulai menyusun rencana secara matang agar event nasional, bahkan internasional, bisa digelar di Gorontalo pada 2027.

“Bukan saja marathon, tetapi sudah ada ski air. Ini akan memancing wisata air berkolaborasi dengan sport tourism,” ujarnya.

Sultan juga mendorong PSAWI tidak sepenuhnya bergantung kepada anggaran pemerintah. Dukungan perusahaan, perbankan, swasta hingga program CSR dinilai bisa menjadi sumber pembiayaan alternatif. Dengan potensi perairan yang besar, dukungan pemerintah daerah, serta semangat pengurus untuk membangun pembinaan, PSAWI Gorontalo kini punya pekerjaan rumah besar.

Bukan sekadar membentuk organisasi, tetapi mengubah potensi air menjadi prestasi. Bibit-bibit muda harus ditemukan. Kompetisi harus digelar. Venue harus dihidupkan. Dan jika semua berjalan sesuai rencana, Gorontalo bukan hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi salah satu panggung olahraga ski air nasional. Bahkan internasional. (*)

Apa Komentar Anda?