nusatimes.id – Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Gorontalo mulai mematangkan rencana menggelar event olahraga air yang diharapkan mampu mengangkat potensi daerah ke level lebih tinggi.
Rencana tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Gorontalo, Sultan Kalupe.
Sultan mengatakan, sebelum kegiatan direalisasikan, sejumlah hal teknis perlu dibicarakan lebih matang. Salah satunya terkait hadiah, sumber pendanaan, hingga pembentukan kepanitiaan.
“Kalau Ski Air, pasti hadiahnya besar. Hadiahnya dapat dari mana, panitianya siapa, dan sebagainya,” kata Sultan.
Menurutnya, pembahasan lebih detail akan dilakukan dalam pertemuan berikutnya. Termasuk kemungkinan membentuk panitia khusus yang akan menangani event tersebut.
“Kita akan bicarakan sekaligus mungkin pembentukan panitia. Tapi kita lihat dulu kemungkinannya bagaimana,” ujarnya.
Sultan juga berharap rencana tersebut dapat berjalan dengan baik sekaligus memperkuat soliditas jajaran pengurus PSAWI Gorontalo. Dia memastikan pihak dinas terbuka untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga tersebut sesuai kemampuan yang ada.
“Mudah-mudahan ini akan berjalan baik, dan kita sebagai pengurus bisa semakin kompak, semakin solid, semakin baik kinerjanya. Mudah-mudahan kami juga dari dinas bisa men-support kegiatan ini dengan maksimal,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PSAWI Gorontalo Hamzah Idrus menegaskan pentingnya membangun keyakinan dan kolaborasi seluruh pihak untuk merealisasikan event tersebut. Hamzah menilai keberanian untuk memulai dari event kecil justru bisa menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi olahraga air Gorontalo ke level nasional, bahkan internasional.
“Kalau beliau Ketua yakin bisa melaksanakan ini, harusnya kita juga bisa yakin. Tinggal bagaimana kolaborasi antara kita semua untuk bisa berbicara di level lebih jauh lagi,” kata Hamzah.
Hamzah bahkan berencana mengomunikasikan gagasan tersebut dengan Gubernur Gorontalo. Dia berharap event itu bisa dikaitkan dengan agenda besar yang berhubungan dengan IKN, sehingga gaungnya tidak hanya berhenti di Gorontalo.
“Minimal biar seputar Sulawesi. Kita akan coba komunikasikan kepada teman yang bisa support juga, dari sponsor dan sebagainya,” ujarnya.
Menurut Hamzah, konsep yang dibangun tidak harus langsung dalam skala besar. Event kecil bisa menjadi pemantik untuk membuktikan bahwa Gorontalo memiliki potensi sebagai lokasi penyelenggaraan olahraga ski air bertaraf internasional.
“Kita akan coba kolaborasikan semua ini untuk menghasilkan satu kegiatan, satu event kecil yang mungkin akan berefek besar,” tegasnya.
Hamzah berharap kegiatan tersebut nantinya mendapat perhatian dari Pengurus Besar (PB) PSAWI. Dengan demikian, potensi Gorontalo sebagai salah satu daerah yang mampu menggelar event olahraga air berskala internasional dapat semakin dikenal.
“Event kecil, tapi akan berefek besar. Agar itu menjadi pantauan dari PB, bahwa ternyata di Gorontalo punya potensi besar untuk bisa dilaksanakan untuk skala internasional,” pungkas Hamzah. (*)






