nusatimes.id – Semangat olahraga kembali digaungkan. Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 diperingati pada Rabu, 9 September 2026.
Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, Haornas tahun ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menilai peringatan Haornas tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Menurutnya, semangat Haornas harus diterjemahkan melalui kebiasaan masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan menjaga kebugaran.
“Haornas harus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Sultang Kalupe.
Dia mengatakan, budaya olahraga yang kuat akan membentuk masyarakat yang lebih aktif, sehat, dan bugar. Tak hanya itu, penguatan ekosistem olahraga yang inklusif juga dinilai penting. Dengan begitu, olahraga tidak hanya menjadi ruang bagi atlet berprestasi, tetapi juga dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Momentum Haornas juga memiliki sejarah panjang. Tanggal 9 September dipilih untuk mengenang pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) I yang berlangsung di Solo pada 9–12 September 1948. Peringatan Haornas kemudian dikukuhkan secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1985.
Bagi Gorontalo, peringatan Haornas tahun ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap dunia olahraga daerah. Plh Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Yakub Tangahu, berharap Haornas ke-43 bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan prestasi olahraga Gorontalo.
“Harapannya, momentum Haornas ini bisa meningkatkan pembinaan prestasi olahraga Gorontalo dan menata kembali tata kelola olahraga agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Yakub.
Menurut Yakub, peningkatan prestasi atlet tidak hanya membutuhkan talenta, tetapi juga sistem pembinaan dan tata kelola olahraga yang semakin baik. Karena itu, Haornas diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi seluruh stakeholder olahraga di Gorontalo.
Bukan sekadar mengejar medali, tetapi membangun ekosistem olahraga yang sehat dari tingkat masyarakat hingga pembinaan atlet prestasi. Semangat Haornas pun diharapkan tidak berhenti pada 9 September. Justru, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa budaya aktif dan bugar harus terus digelorakan setiap hari. (*)






