nusatimes.id – Keikutsertaan tiga pelatih pencak silat binaan SPOBDA Gorontalo pada seleksi program Road to Olympic diharapkan dapat menunjukkan kompetensi di level lebih tinggi dan meraih target yang diimpikan. Namun, pertanyaan muncul terkait siapa yang akan menjadi pengganti tiga pelatih tersebut di SPOBDA Gorontalo?.
Wakil sekertaris Pengprov IPSI Gorontalo, Hermanto Malik yang coba dihubungi awak media ini mengaku pasti ada pengganti ketiga pelatih itu di SPOBDA Gorontalo.
“InsyaAllah ada penggantinya,” ujar Hermanto singkat, Rabu (9/9/2026).
Meski demikian saat dimintai lebih detail siapa, dan apakah ada seleksi tersendiri ataupun siapa yang direkomendasikan Pengprov IPSI Gorontalo, Hermanto belum berani menjawab.
“Kita lihat nanti,” pungkasnya.
Tiga pelatih asal Gorontalo tersebut yakni Dedy Punu, Rochmat Gani dan Boby Lamusu. Ketiga pelatih tersebut yang selama ini melakukan pembinaan di SPOBDA. Pengalaman mereka dalam membina atlet menjadi modal penting untuk bersaing dalam seleksi tersebut.
“Saya rasa Ini kesempatan bagi pelatih-pelatih kita untuk menunjukkan kemampuan. Mudah-mudahan mereka bisa lolos dan melangkah ke level yang lebih tinggi,” kata Hermanto.
Sementara itu, pihak pengelola SPOBDA Gorontalo yang coba dikonfirmasi belum memberikan keterangan pasti terkait proses seleksi atau pergantiannya, yang pasti ada yang akan mengganti. Hal ini juga mengingat proses seleksi masih berjalan dan belum ada hasilnya.
“Kita lihat hasilnya nanti, yang pasti ketika mereka terpilih lolos seleksi kita akan mencari penggantinya,” ujar Zein Mooduto.
Hal senada juga disampaikan salah satu pelatih pencak silat SPOBDA Gorontalo, Dedy Punu. Ia belum tau kedepannya seperti apa, yang pasti saat ini proses seleksi masih berjalan dan ketiganya masih menunggu hasil.
“Kami belum tau hasilnya seperti apa, lolos atau tidak. Yang pasti pasca tahapan test kemarin, saat ini proses latihan di SPOBDA Gorontalo masih berjalan seperti biasa,” pungkasnya.
Sebagai informasi, program Road to Olympic bukan sekadar seleksi biasa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan pelatih berkualitas yang nantinya diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi dari level nasional hingga panggung Olimpiade. (*)






