nusatimes.id – Lari bukan sekadar soal memburu garis finis. Di Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026, setiap langkah peserta juga akan membawa cerita tentang daerah. Salah satunya lewat medali finisher yang dirancang dengan sentuhan ikon dan budaya Gorontalo.
Medali kategori 21K atau 21,047 kilometer menjadi salah satu daya tarik yang disiapkan panitia. Relief sejumlah ikon Gorontalo menghiasi medali tersebut, berpadu dengan ornamen khas daerah yang membuat identitas lokal begitu terasa.
Di bagian depan tertera tulisan “Gorontalo Half Marathon 2026” dan jarak 21.047 KM. Sementara bagian belakang bertuliskan “Finisher”, lengkap dengan tagline GHM 2026, “Run With The Journey”.
Jadi, ketika pelari menuntaskan perjuangan di lintasan, mereka tak hanya membawa pulang bukti telah menaklukkan 21K. Ada cerita tentang Gorontalo yang ikut dibawa pulang.
Lari Sambil Promosi Wisata
GoHM 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga sejak event ini pertama kali digelar pada 2024. Tahun ini, panitia memasang target cukup besar, yakni 7.500 peserta. Tiga kategori lomba disiapkan, masing-masing 21K, 10K, dan 5K. Peserta pun tidak hanya dibidik dari Gorontalo. Promosi terus dilakukan untuk menarik pelari dari luar daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan GHM dirancang lebih dari sekadar perlombaan lari.
“Gorontalo Half Marathon menjadi salah satu event unggulan yang kami dorong sebagai penggerak sport tourism di Provinsi Gorontalo. Melalui kolaborasi bersama Bank Mandiri dan berbagai pihak, kami ingin menghadirkan event yang berkualitas, profesional, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Sultan.
Efek berantainya diharapkan terasa di banyak sektor. Kedatangan peserta dari luar daerah berpotensi menggerakkan hotel dan akomodasi, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM. Karena itu, unsur lokal sengaja mendapat tempat dalam GHM 2026. Medali finisher bukan hanya simbol keberhasilan menyelesaikan lomba, tetapi juga bisa menjadi cendera mata yang menyimpan cerita tentang Gorontalo.
Keselamatan Jadi Prioritas
Bukan hanya soal kemasan dan promosi wisata. Panitia juga memberi perhatian serius terhadap keselamatan peserta. Setiap pelari diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Peserta yang memiliki riwayat penyakit bawaan akan mendapatkan penanda khusus. Selain itu, seluruh peserta memperoleh perlindungan asuransi selama mengikuti perlombaan.
Dengan konsep tersebut, GoHM 2026 berusaha menyatukan olahraga, perjalanan dan identitas daerah dalam satu lintasan. Desember 2026 bakal menjadi panggungnya. Dengan tagline “Run With The Journey”, GHM diharapkan berkembang bukan hanya sebagai agenda lari tahunan, tetapi juga menjadi etalase destinasi wisata, budaya, ekonomi kreatif, dan produk lokal Gorontalo.
Satu langkah di lintasan, satu cerita tentang Gorontalo. (*)






