nusatimes.id – Pembinaan atlet pelajar di Provinsi Gorontalo mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Transformasi Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) menjadi Sentra/Sekolah Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA) menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi olahraga prestasi di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengaku salut dengan perkembangan pembinaan dan capaian prestasi atlet binaan SPOBDA sepanjang 2026.
Menurutnya, pembinaan olahraga, khususnya di kalangan pelajar, terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Meski belum sepenuhnya maksimal, sejumlah cabang olahraga unggulan mulai memperlihatkan perkembangan positif.
“Pembinaan olahraga khususnya pelajar setiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan prestasi yang cukup baik. Meski belum sepenuhnya, namun secara umum ada peningkatan prestasi terutama beberapa cabang olahraga unggulan,” ujar Sultan Kalupe.
Salah satu bukti nyata keberhasilan pembinaan tersebut terlihat dari prestasi atlet karate binaan SPOBDA Gorontalo, Zaskia Putri Salurante. Atlet muda kebanggaan daerah itu sukses meraih medali perak pada kejuaraan karate internasional di Rusia dengan tampil di kelas senior.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bahwa atlet hasil pembinaan daerah mampu bersaing di level internasional.
Tidak hanya karate, cabang olahraga sepak takraw juga memperlihatkan perkembangan menggembirakan. Atlet binaan SPOBDA Gorontalo berhasil menembus Tim Nasional Sepak Takraw Indonesia. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan berjenjang mulai memberikan kontribusi terhadap kekuatan olahraga nasional.
Di sisi lain, SPOBDA Gorontalo terus mempersiapkan atlet dari berbagai cabang olahraga untuk menghadapi kompetisi mendatang. Atlet taekwondo dan pencak silat, misalnya, kini menjalani latihan intensif sebagai persiapan menghadapi Pra POPNAS dan POPNAS 2027.
Upaya pencarian bibit atlet juga terus dilakukan melalui rekrutmen dan seleksi secara berkala. Program ini menyasar pelajar tingkat SMP dan umum untuk menjaring potensi-potensi muda yang memiliki bakat serta kemampuan olahraga.
Saat ini, SPOBDA Gorontalo membina tujuh cabang olahraga, yakni atletik, sepak takraw, karate, pencak silat, taekwondo, anggar, renang, dan tenis meja.
Perjalanan pembinaan atlet pelajar di Gorontalo sendiri memiliki sejarah panjang. Secara nasional, program PPLP pertama kali dirintis pemerintah pusat pada 1984 sebagai wadah pembinaan atlet pelajar di Indonesia. Sementara di Gorontalo, PPLP mulai didirikan pada 2002 di bawah binaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo dengan dukungan pendanaan APBN dan APBD.
Pada tahap awal, pembinaan hanya mencakup tiga cabang olahraga, yakni atletik, sepak takraw, dan pencak silat. Jumlah atlet yang dibina saat itu sebanyak 18 orang, terdiri dari delapan atlet atletik, enam atlet sepak takraw, dan empat atlet pencak silat. Masing-masing cabang olahraga didukung dua orang pelatih.
Secara kelembagaan, PPLP Gorontalo kemudian diperkuat melalui Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 58 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusdiklat Olahraga Pelajar Provinsi Gorontalo.
Seiring perkembangan kebijakan pembinaan olahraga nasional, PPLP Gorontalo kemudian bertransformasi menjadi Sentra/Sekolah Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA). Dengan perkembangan tersebut, Sultan berharap pembinaan atlet pelajar terus diperkuat, baik dari sisi kualitas latihan, kompetensi pelatih, maupun kesempatan bertanding.
Sebab, prestasi seperti yang ditorehkan Zaskia dan keberhasilan atlet sepak takraw menembus tim nasional harus menjadi motivasi untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari Gorontalo. Pembinaan sejak usia pelajar pun diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mempersiapkan atlet daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (*)






